Mayoritas Warga AS Dukung Pemakzulan Donald Trump?

- Penulis

Jumat, 10 April 2026 - 09:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (The Nation)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (The Nation)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Kursi panas Donald Trump kini benar-benar berada di ujung tanduk! Gelombang penolakan dari rakyat Amerika Serikat makin menggila, bahkan mayoritas publik disebut siap “menjatuhkan” presidennya sendiri.

Laporan panas dari Newsweek mengungkap fakta mengejutkan: 52 persen pemilih terdaftar mendukung pemakzulan Trump!

Sementara yang masih membela hanya 40 persen. Selisih ini jadi sinyal keras—kepercayaan publik mulai runtuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukan tanpa alasan. Trump dituding jadi biang kerok memanasnya konflik dengan Iran, ditambah deretan kebijakan kontroversial yang bikin publik geram.

Survei ini sendiri bukan abal-abal. Sebanyak 790 responden ikut ambil bagian dalam jajak pendapat yang digagas kelompok anti-perang seperti Free Speech for People dan Impeach Trump Again.

Dengan margin error 3,9 persen, hasil ini disebut-sebut sebagai salah satu yang paling “mengguncang” di awal masa jabatan presiden.

Baca Juga :  EAEU dan BRICS: Penantang Baru Dominasi Barat di Panggung Global

Yang bikin makin panas: bahkan sebagian pendukung Partai Republik mulai goyah!

Satu dari tujuh pemilih Republik ternyata ikut mendukung pemakzulan. Alarm bahaya makin nyaring!

Presiden Free Speech for People, John Bonifaz, sampai angkat suara. Ia menyebut hasil ini sebagai sesuatu yang “belum pernah terjadi sebelumnya” di fase awal kepemimpinan seorang presiden.

Artinya? Krisis kepercayaan ini bukan hal biasa—ini luar biasa serius.

Tekanan Makin Gila dari Kongres!

Api politik makin membara setelah anggota Kongres vokal seperti Alexandria Ocasio-Cortez ikut turun tangan.

Dengan nada tajam, ia menegaskan: gencatan senjata sementara “tidak mengubah apa pun.”

Baca Juga :  Hangat dan Penuh Keakraban: Dubes Baru RI Sambut WNI di Pakistan dalam Warung Konsuler

“Presiden telah mengancam genosida terhadap rakyat Iran,” tegasnya.

Tak berhenti di situ, ia memperingatkan dunia sedang berada di ambang kehancuran jika Trump tetap dibiarkan berkuasa.

Puluhan legislator Demokrat lainnya juga ikut bersuara lantang. Mereka kompak: Trump harus dicopot! Bahkan, sikap keras ini tetap bertahan meski ada pengumuman gencatan senjata.

Amerika di Titik Kritis?

Situasi ini membuat Amerika Serikat seperti sedang duduk di atas bom waktu. Ketegangan global, tekanan politik dalam negeri, dan kepercayaan publik yang merosot tajam—semuanya bercampur jadi satu.

Pertanyaannya sekarang: apakah ini awal dari kejatuhan Trump? Atau justru badai politik yang lebih besar lagi sedang menunggu? (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar
China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global
Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional
Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan
Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya
Dari Konsultasi ke Integrasi Ekonomi: Deklarasi Kazan Buka Jalan Kerja Sama Ekonomi Rusia-ASEAN
Netanyahu dan Kebijakan Kontroversial: Israel Dianggap Abaikan Hukum Internasional dan Perluas Konflik di Timur Tengah
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:02 WIB

China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:23 WIB

Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:48 WIB

Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:18 WIB

Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat

Senin, 22 Juni 2026 - 17:13 WIB

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB