SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Kabar soal dana operasional RT Rp25 juta di Kota Semarang bikin warga deg-degan. Soalnya, sampai sekarang pencairannya masih “digantung” karena Pemkot lagi ngecek kekuatan fiskal daerah.
Padahal, banyak rencana kegiatan warga sudah disiapkan sejak awal 2026. Mulai dari halal bihalal pasca Lebaran, festival Syawal, sampai agenda-agenda kampung lainnya.
Salah satunya di Kelurahan Krapyak. Dilansir dari Radar Semarang (23/2), Pengurus RT setempat, Henry, mengaku warga sudah sepakat bikin acara halal bihalal. Tapi karena dana belum turun, mereka terpaksa putar otak.
“Belum tahu kapan cair. Kegiatan sudah dirancang, tapi ya kita cari alternatif dulu sambil koordinasi ke warga,” ujarnya.
Di sisi lain, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, memastikan aspirasi warga soal percepatan pencairan dana ini sudah masuk radar Pemkot. Tapi tetap, keputusan belum bisa diambil cepat.
Kenapa? Angkanya nggak main-main. Total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp280 miliar untuk lebih dari 10 ribu RT di Kota Semarang.
“Harus kita lihat dulu, apakah fiskal kita kuat mengeluarkan dana sebesar itu, apalagi di momen Lebaran,” jelasnya.
Ia juga menyebut, dana tersebut nantinya bisa dimanfaatkan bukan cuma untuk acara warga, tapi juga hal penting lain seperti perbaikan CCTV atau saluran kecil di lingkungan.
Saat ini, Pemkot masih melakukan kajian intensif. Hasilnya diperkirakan bakal keluar dalam 1–2 minggu ke depan.
Sinyalnya? Warga diminta sedikit bersabar. Keputusan final soal cair atau tidaknya dana ini bakal diumumkan sebelum Lebaran.
Jadi, siap-siap ya—apakah dana Rp25 juta ini benar-benar cair atau masih harus ditunda lagi! (Red)