Buntut 3 TNI Tewas di Lebanon, SBY Desak PBB Hentikan Penugasan ke UNIFIL: Kamu Setuju?

- Penulis

Minggu, 5 April 2026 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)/ foto: CNN Indonesia

Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)/ foto: CNN Indonesia

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Kabar duka datang dari medan panas Lebanon. Tiga prajurit terbaik TNI gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia.

Tragedi ini langsung memicu reaksi keras dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations) untuk segera menghentikan penugasan pasukan di misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Tiga pahlawan bangsa yang gugur adalah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadon.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, sejumlah prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka berat dalam insiden yang terjadi di wilayah tugas.

SBY mengaku terpukul mendengar kabar ini. Ia bahkan menggambarkan betapa dalamnya duka yang dirasakan keluarga korban—istri, anak, hingga orang tua yang kini harus merelakan kepergian orang tercinta.

Baca Juga :  Pramono Pengen Jakarta International Stadium (JIS) Jadi Seperti Stadion Old Trafford Manchester United atau Stamford Bridge Chelsea

Namun lebih dari sekadar belasungkawa, SBY menyoroti kondisi genting di lapangan. Pasukan Indonesia yang tergabung dalam UNIFIL sejatinya bertugas menjaga perdamaian di “Blue Line”, garis pemisah antara Israel dan Lebanon.

Mereka bukan pasukan tempur, dan tidak dipersiapkan untuk menghadapi perang terbuka.

Masalahnya, situasi kini berubah drastis. Wilayah yang dulunya relatif aman kini berubah jadi zona perang aktif akibat memanasnya konflik antara Israel dan Hizbullah. Para penjaga perdamaian, termasuk TNI, kini berada di garis bahaya yang nyata.

“Ini bukan lagi misi damai biasa,” kira-kira begitu pesan keras yang ingin disampaikan SBY.

Ia pun mendesak PBB untuk tidak tinggal diam. Evaluasi total terhadap misi UNIFIL harus segera dilakukan—bahkan jika perlu, penugasan dihentikan atau pasukan ditarik dari area konflik.

Tak berhenti di situ, SBY juga meminta Dewan Keamanan PBB segera turun tangan. Ia menegaskan, keselamatan pasukan perdamaian harus jadi prioritas, tanpa standar ganda.

Baca Juga :  Menko Zulhas Bilang Tahun Depan Tak Ada Impor Beras, Garam dan Gula: Tapi Bener, lho ya ...

SBY bahkan mengingatkan dunia pada insiden di Atambua tahun 2000, saat kematian petugas PBB langsung direspons cepat oleh Dewan Keamanan. Menurutnya, konsistensi sikap PBB kini sedang dipertaruhkan di mata dunia.

Sejak 2006, Indonesia dikenal sebagai salah satu kontributor terbesar dalam misi perdamaian di Lebanon. Kontingen Garuda telah lama menjadi simbol komitmen Indonesia untuk perdamaian dunia.

Namun tragedi ini jadi alarm keras: di balik misi mulia, nyawa prajurit jadi taruhannya.

Kini publik menanti—akankah PBB bergerak cepat, atau justru membiarkan risiko ini terus menghantui para penjaga perdamaian?

Gugurnya para prajurit ini bukan hanya kehilangan bagi TNI, tapi juga luka bagi bangsa. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?
Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?
Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok
Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!
Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Hadiri Perayaan Syukur Ulang Tahun Vihara Maitreya Makassar Bertajuk “Simfoni Cahaya”
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:08 WIB

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WIB

Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:38 WIB

Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB