SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Musisi asal Jakarta, Mauritz Ernst Raramenusa Kansil yang dikenal dengan nama panggung Mauritz Kansil kembali memperkenalkan karyanya kepada penikmat musik Tanah Air lewat single berjudul “Seorang Poser Sejati.”
Lagu ini menjadi salah satu karya yang cukup unik karena lahir dari momen tak terduga yang ia temui dalam kehidupan sehari-hari.
Sosok Mauritz Kansil sendiri bukanlah nama baru di dunia musik. Sejak 2005, ia sudah aktif bermusik dan dikenal sebagai gitaris sekaligus pengajar musik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelum fokus merilis karya solo, Mauritz lebih dulu malang melintang di berbagai proyek band dan sempat menjadi session player untuk Tony Vialy yang dikenal lewat proyek Bunga Band dengan lagu hits “Kasih Janganlah Pergi”.
Perjalanan panjang di dunia musik membuat Mauritz semakin mantap melangkah sebagai solois. Ia mengaku keputusan berkarier di musik bukan sekadar mengejar popularitas, melainkan berangkat dari kecintaannya pada dunia musik yang sudah ia jalani sejak lama.
Menariknya, meski sehari-hari mengajar gitar klasik di beberapa sekolah musik, selera bermusik Mauritz justru lebih condong pada warna punk dan pop-punk yang enerjik.
Ia banyak terinspirasi dari band-band dengan karakter musik ‘pang-pang’ seperti Green Day dan Sex Pistols. Nama-nama seperti Billie Joe Armstrong, Tom DeLonge, hingga Johnny Rotten menjadi referensi yang memengaruhi gaya bermusiknya.
Tak hanya itu, Mauritz juga mengagumi karakter permainan gitar eksperimental Johnny Greenwood dari Radiohead, energi panggung Tom Morello dari Rage Against The Machine, hingga karakter sound Wes Borland dari Limp Bizkit. Pengaruh tersebut membentuk identitas musikal Mauritz yang bebas, ekspresif, dan penuh karakter.
Di balik proses kreatifnya, ada cerita unik yang melahirkan lagu “Seorang Poser Sejati.” Mauritz mengungkapkan bahwa lagu ini tercipta hanya dalam waktu sekitar lima menit saat ia sedang berada di Bandung.
Saat itu ia melihat seseorang dengan penampilan glam rock industrial lengkap dengan boots mencolok. Namun siapa sangka, sosok tersebut ternyata adalah seorang pedagang siomay.
Momen tersebut langsung memicu ide kreatif Mauritz untuk menulis lagu bernuansa satir tentang fenomena “poser”, yaitu seseorang yang tampil dengan identitas tertentu namun belum tentu benar-benar menjalani atau menguasainya.
Single “Seorang Poser Sejati” sebenarnya sudah dirilis pada tahun 2020. Sayangnya, pandemi COVID-19 membuat berbagai rencana promosi hingga tur yang telah disiapkan harus tertunda.
Kini, setelah lagu tersebut mulai banyak digunakan sebagai konten di media sosial dan mendapatkan respons positif, Mauritz memutuskan untuk kembali menghidupkan karya tersebut di berbagai platform digital.
Lewat lagu ini, Mauritz menyampaikan pesan sederhana namun cukup tegas. Menurutnya, setiap orang bebas menjadi apa pun dan mengekspresikan diri dengan gaya apa saja, selama tetap bertanggung jawab dengan pilihan tersebut. Baginya, berekspresi akan terasa lebih bermakna jika dibarengi dengan kesungguhan.
Selain aktif bermusik, Mauritz Kansil juga dikenal sebagai salah satu musisi sekaligus pemilik toko musik Dialogue Music Store. Bersama rekan-rekannya, Dony dan Nyoman, ia juga mencoba peruntungan di bisnis musik yang mereka jalani sambil tetap fokus mempromosikan single “Seorang Poser Sejati”.
Ke depan, Mauritz berencana untuk fokus selama setahun dalam membesarkan lagu tersebut sebelum kembali merilis karya baru. Baginya, perjalanan bermusik adalah proses yang harus dinikmati tanpa tekanan target berlebihan.
Dengan pengalaman panjang sebagai musisi, pengajar, sekaligus pelaku bisnis musik, Mauritz ingin terus berkarya sambil menikmati setiap langkah dalam perjalanannya di industri musik. (Red)















Komentar