SUARAMUDA, JAKARTA — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sering kali menjadi wadah mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan kerja sama, tanggung jawab, dan komunikasi.
UC Esports Universitas Ciputra adalah contoh organisasi yang tidak hanya berfokus pada kompetisi gaming tetapi juga menjunjung etika komunikasi.
Fernando Arron atau Edo, advisor UC Esports, menegaskan pentingnya komunikasi yang tertata. Struktur komunikasi diatur secara hierarkis, memastikan setiap anggota menghormati peran masing-masing.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui briefing dan acara Welcome Party, anggota dibekali pemahaman tentang etika komunikasi, menciptakan suasana kondusif dan mengurangi kesalahpahaman.
Namun, tantangan tetap ada, seperti pelanggaran pengisian absensi. Edo menangani kasus ini dengan pendekatan personal, menjelaskan pentingnya aturan kepada anggota secara langsung.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa komunikasi dua arah yang saling menghormati adalah kunci keharmonisan organisasi.
Forum Group Discussion (FGD) juga menjadi ruang diskusi terbuka, memungkinkan anggota menyampaikan kritik atau masukan tanpa takut konsekuensi negatif.
Transparansi dan saling menghormati menjadi fondasi penting dalam menyelesaikan konflik.
Tantangan komunikasi juga muncul dari anggota pro-team yang sering melompati hierarki. Edo secara rutin memberikan arahan langsung kepada mereka, menekankan pentingnya mengikuti struktur komunikasi agar organisasi tetap berjalan dengan efisien.
UC Esports juga aktif menjaga etika komunikasi di media sosial. Tim media sosial memastikan setiap unggahan bebas dari kata-kata kasar dan mempromosikan citra positif organisasi.
Kritik publik ditanggapi dengan profesionalisme, menciptakan hubungan erat dengan audiens.
Evaluasi rutin dilakukan setelah setiap kegiatan, mengidentifikasi keberhasilan sekaligus kekurangan.
Edo menekankan pentingnya apresiasi untuk memotivasi anggota. Selain itu, UC Esports mendengarkan masukan dari anggota, membantu mereka terus beradaptasi dan berkembang.
Melalui struktur komunikasi yang tertata, evaluasi konsisten, dan prinsip-prinsip etika, UC Esports berhasil menciptakan harmoni internal sekaligus membangun citra positif di luar.
Organisasi ini menjadi bukti bahwa komunikasi yang baik adalah fondasi keberhasilan.
Di masa depan, Edo berharap budaya komunikasi di UC Esports dapat menjadi teladan bagi organisasi lain, tidak hanya di kampus tetapi juga di dunia profesional.
Dengan komunikasi yang jujur, terstruktur, dan saling menghormati, UC Esports siap menjadi organisasi unggulan Universitas Ciputra. (Red)













Komentar