Gen Z Wajib Tahu, Mengapa Presiden AS Donald Trump Menaikkan Tarif Dagang?

- Penulis

Senin, 4 Agustus 2025 - 08:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (The Nation)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (The Nation)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengguncang perekonomian global dengan kebijakan tarif impor yang agresif.

Setelah sebelumnya berjanji dalam kampanye untuk memprioritaskan kepentingan ekonomi dalam negeri, Trump kini menjalankan salah satu perubahan perdagangan terbesar dalam sejarah modern AS.

Kebijakan tarif ini bukan sekadar langkah ekonomi, melainkan strategi politik dan diplomasi internasional yang terukur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tarif yang Naik Tajam

Pemerintah AS kini menerapkan tarif sebesar 145% terhadap seluruh produk asal China — naik berkali-kali lipat dibanding awal tahun. Untuk negara lain, dikenakan tarif minimal 10% untuk hampir semua produk impor.

Tak hanya itu, barang-barang dari Kanada dan Meksiko yang tidak tercakup dalam perjanjian dagang bebas juga dikenai tarif 25%, sama halnya dengan baja, aluminium, dan mobil rakitan lengkap. Mulai 3 Mei, suku cadang mobil pun turut dikenakan tarif serupa.

Baca Juga :  Andry Putha Siap Rilis Single "Diperlukan Bukan Dipelukan" pada 24 November 2025

Trump menyebutkan bahwa langkah ini akan “melindungi industri Amerika” dan “menghukum” negara-negara yang menikmati surplus perdagangan besar terhadap AS.

Tarif bersifat resiprokal — makin besar surplus perdagangan suatu negara terhadap AS, makin besar tarif yang dikenakan.

Contohnya, China yang memiliki surplus 68% dikenakan tarif sebesar 145% setelah AS membalas tindakan balasan dari Beijing.

Tujuan Utama: Industri, Penerimaan, dan Diplomasi

Trump punya tiga tujuan utama dalam kebijakan tarif ini:

1. Menghidupkan Industri Dalam Negeri
Dengan mempersulit impor lewat tarif tinggi, Trump berharap perusahaan-perusahaan akan kembali membangun pabrik di AS.

Ia juga menawarkan insentif berupa pemotongan pajak dan penyederhanaan izin usaha.

2. Meningkatkan Penerimaan Negara
Hasil dari tarif impor ini akan digunakan untuk membiayai pemotongan pajak yang sudah dimulai sejak 2017.

Baca Juga :  Kreativitas Indonesia Mendunia Lewat Russian International Creative Season 2025 di Rusia

Trump ingin memangkas pajak penghasilan, membebaskan pajak untuk tip dan Jamsostek, serta menurunkan pajak korporasi dari 21% menjadi 15%.

3. Alat Negosiasi Global
Di luar ekonomi, tarif dijadikan alat diplomasi. Isu seperti imigrasi ilegal, perdagangan narkoba, dan pelanggaran hak kekayaan intelektual menjadi fokus tekanan AS terhadap negara-negara mitra dagangnya.

Meski begitu, banyak ekonom mengingatkan bahwa kebijakan ini punya risiko: makin tinggi tarif, makin sedikit barang impor, dan itu bisa menurunkan pemasukan dari tarif itu sendiri.

Bagi Gen Z yang akan menghadapi era global baru, memahami dinamika kebijakan dagang ini sangat penting — karena keputusan seperti ini bisa berdampak langsung pada harga barang, pekerjaan, dan stabilitas ekonomi dunia. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

REBORN Bangkit Lagi Lewat “FATHER”, Lagu Rock Emosional yang Lahir dari Kisah Kehilangan Sang Vokalis
Selamat! Akhirnya Spanyol Juara!
Messi Ukir Sejarah! Jadi Raja Gol Piala Dunia, Golden Boot 2026 Masih Diperebutkan
MESSI BELUM HABIS! Comeback Gila Argentina Bikin Inggris Gigit Jari, Tiket Final Piala Dunia 2026 di Tangan
Bediding Mulai Menggigit! Dini Hari di Wilayah Sugio Bisa Bikin Menggigil, Warga Diminta Siaga Hadapi Puncak Kemarau
Dinasti Sepak Bola Runtuh! Jerman dan Brasil Tersingkir, Spanyol Melaju ke Final Piala Dunia 2026
Presiden, Kata “Bajingan”, dan Marwah Kepemimpinan
Lagi-Lagi, Pebalap Muda Indonesia Juara! Kiandra Ramadhipa Bikin Indonesia Raya Bergema di Jerman
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:16 WIB

REBORN Bangkit Lagi Lewat “FATHER”, Lagu Rock Emosional yang Lahir dari Kisah Kehilangan Sang Vokalis

Senin, 20 Juli 2026 - 09:38 WIB

Selamat! Akhirnya Spanyol Juara!

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:16 WIB

Messi Ukir Sejarah! Jadi Raja Gol Piala Dunia, Golden Boot 2026 Masih Diperebutkan

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:39 WIB

MESSI BELUM HABIS! Comeback Gila Argentina Bikin Inggris Gigit Jari, Tiket Final Piala Dunia 2026 di Tangan

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:11 WIB

Bediding Mulai Menggigit! Dini Hari di Wilayah Sugio Bisa Bikin Menggigil, Warga Diminta Siaga Hadapi Puncak Kemarau

Berita Terbaru