Putin Kaji Opsi Tinggalkan Pasar Gas Eropa, Harga Energi Melonjak di Tengah Konflik Timur Tengah

- Penulis

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, MOSKOW — Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pemerintah menyusun skenario penarikan Rusia dari pasar gas Eropa, namun langkah ini belum menjadi keputusan final.

Dilansir dari RIA Novosti, Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan bahwa arahan Putin tersebut masih berupa kajian dan bukan keputusan politik untuk segera menghentikan ekspor gas ke Uni Eropa.

“Presiden kemarin secara khusus menekankan bahwa ini bukan keputusan, melainkan usulan, lebih tepatnya instruksi kepada pemerintah untuk mengkaji masalah ini,” ujar Peskov, Kamis, (5/03/2026) kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan ini muncul setelah Putin pada Rabu mengingatkan bahwa negara-negara Uni Eropa berencana membatasi pembelian gas Rusia, termasuk gas alam cair (LNG), dalam waktu satu bulan.

Uni Eropa juga berencana memberlakukan larangan penuh impor gas Rusia pada 2027, sementara Rusia menilai masih memiliki peluang untuk mengalihkan pasokan ke pasar lain.

Baca Juga :  Dunia Geger! Ratusan Atlet Ramai-ramai Kembalikan Medali Olimpiade Paris 2024, Ada Apa?

Peskov menilai situasi gas di Eropa terus memburuk dari hari ke hari. Menurutnya, Uni Eropa bahkan tengah mempertimbangkan perpanjangan embargo terhadap LNG asal Rusia, meski kawasan tersebut masih menghadapi tekanan harga energi.

Ia juga menambahkan bahwa Moskow tidak melihat adanya tanda-tanda perubahan sikap Uni Eropa terkait proyek pipa Nord Stream, yang hingga kini tetap terhambat oleh faktor politik dan keamanan.

Lonjakan harga gas di Eropa kembali terlihat setelah pecahnya konflik di Timur Tengah, yang mendorong harga ke level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Para analis memperingatkan, jika eskalasi militer berlanjut, Uni Eropa berisiko mengalami guncangan harga serupa musim semi 2022, ketika harga gas sempat menembus 3.892 dolar per seribu meter kubik.

Krisis energi yang dihadapi Eropa juga pernah disorot dalam laporan mantan Perdana Menteri Italia dan mantan Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi, kepada Presiden Komisi Eropa pada akhir 2024.

Baca Juga :  Menyibak Hubungan Trump vs Elon Musk: Dulu Mesra, Sekarang Rungkad?

Laporan itu menyebut pasar energi Uni Eropa mengalami masalah struktural dan kekurangan sumber daya alam, meski Brussel mengklaim berhasil mengganti pasokan bahan bakar dari Rusia.

Salah satu indikatornya adalah harga gas di Uni Eropa yang tercatat empat hingga lima kali lebih tinggi dibandingkan di Amerika Serikat.

Meski demikian, Dewan Uni Eropa pada pertengahan Oktober memutuskan menghentikan secara bertahap pasokan gas Rusia mulai 1 Januari 2026, dengan masa transisi untuk kontrak yang sudah ada hingga 1 Januari 2028.

Kepala Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) Kirill Dmitriev sebelumnya memperkirakan, Eropa telah kehilangan lebih dari 1,3 triliun euro akibat penghentian impor gas Rusia.

Menurutnya, biaya energi yang lebih tinggi melemahkan daya saing industri Eropa dan memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi kawasan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB
BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 07:49 WIB

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB