Badan Energi Atom Internasional: Tak Ada Bukti Iran Bikin Senjata Nuklir

- Penulis

Kamis, 5 Maret 2026 - 22:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi. (CNN Indonesia)

Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi. (CNN Indonesia)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan bukti kuat bahwa Iran sedang membuat senjata nuklir.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa sejumlah persoalan terkait program nuklir Iran masih belum sepenuhnya terjawab dan tetap menjadi perhatian serius komunitas internasional.

Dalam pernyataannya pada Selasa malam, Grossi menjelaskan bahwa Iran memang memiliki cadangan uranium yang diperkaya dalam jumlah besar, bahkan mendekati tingkat yang secara teknis dapat digunakan untuk membuat senjata nuklir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, menurutnya, IAEA belum menemukan bukti bahwa Iran benar-benar mengembangkan bom nuklir. Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga :  10.000 Pemuda Dunia Akan Berkumpul di Rusia untuk International Festival of Youth 2026

Grossi juga menyoroti sikap Iran yang dinilai belum memberikan akses penuh kepada para inspektur IAEA.

Hal tersebut, kata dia, memicu kekhawatiran karena membuat badan pengawas nuklir dunia itu kesulitan memastikan sepenuhnya bahwa program nuklir Iran hanya untuk tujuan damai.

“Tanpa kerja sama penuh dari Teheran untuk menjawab berbagai pertanyaan yang masih terbuka, IAEA tidak dapat memberikan jaminan bahwa program nuklir Iran sepenuhnya bersifat damai,” ujarnya.

Situasi ini semakin memanas setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Teheran dengan alasan negosiasi nuklir dengan Iran mengalami kebuntuan.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, sempat menyampaikan bahwa Iran pada prinsipnya bersedia tidak menyimpan uranium yang diperkaya sebagai bagian dari proses diplomasi yang sedang berlangsung.

Baca Juga :  Semai Semangat Ramadhan 1447 H, Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan BAZNAS Indonesia Hadir di Bumi Syam

Menurutnya, proposal tersebut mencakup pelepasan material uranium yang sudah diperkaya serta penerapan mekanisme verifikasi internasional agar tidak ada bahan bakar nuklir yang ditimbun.

Namun, Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, tetap bersikeras bahwa Iran tidak boleh memperkaya uranium sama sekali, bahkan pada tingkat rendah sekalipun.

Sikap tersebut pada dasarnya mengulang tuntutan lama Washington agar Teheran menghentikan seluruh aktivitas pengayaan uranium.

Ketegangan ini membuat masa depan perundingan nuklir Iran kembali berada di titik krusial, di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia terhadap potensi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB
BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 07:49 WIB

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:03 WIB

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. (Gambar: Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

KABAR NUSANTARA

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:44 WIB