SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Dunia kembali panas. Kali ini bukan sekadar perang kata-kata, tapi hujan rudal sungguhan. Kepala HAM PBB, Volker Türk, langsung angkat suara keras mengecam serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
Dalam pernyataan pedasnya, Türk menilai aksi militer tersebut hanya akan berujung pada satu hal: korban sipil berjatuhan.
“Seperti biasa, dalam setiap konflik bersenjata, warga sipil yang membayar harga tertinggi,” tegasnya.
Ia mendesak semua pihak untuk menahan diri dan kembali ke meja perundingan sebelum situasi berubah jadi bencana kemanusiaan global.
Trump Gas Pol! “Kebal atau Mati!”
Drama makin panas setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan serangan militer “masif” ke Republik Islam Iran.
Tak tanggung-tanggung, Trump melayangkan ultimatum keras kepada militer Iran, khususnya Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), pasukan elite yang berada langsung di bawah komando Ali Khamenei.
“Letakkan senjata kalian dan dapatkan kekebalan penuh, atau hadapi kematian yang pasti!” tegas Trump.
Kalimat itu bukan sekadar retorika. Laporan terbaru memastikan serangan udara dan rudal sudah diluncurkan.
Teheran Berguncang, Asap Hitam Membubung
Ledakan besar dilaporkan mengguncang ibu kota Teheran, dengan kepulan asap hitam terlihat di dekat instalasi militer. Kota-kota besar lain seperti Isfahan dan Shiraz juga dilaporkan terdampak.
Sistem pertahanan udara Iran bekerja keras mencegat proyektil yang masuk. Tapi situasi di lapangan disebut sangat mencekam.
Tak tinggal diam, Iran disebut meluncurkan serangan balasan ke pangkalan militer AS di Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Oman.
Konflik yang awalnya regional kini berpotensi melebar jadi krisis global.
Di tengah saling serang, PBB memperingatkan: jika tak segera dihentikan, yang hancur bukan cuma infrastruktur — tapi masa depan jutaan warga sipil.
Pertanyaannya sekarang: ini awal Perang Besar berikutnya, atau masih ada ruang untuk damai? (Red)