Tumpah-Ruah, 13 Ribu Umat Muslim Rusia Ikuti Buka Bersama

- Penulis

Minggu, 23 Maret 2025 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, KAZAN, RUSIA — Bertempat di Pusat Pameran Internasional Kazan Expo, Republik Tatarstan belum lama ini sukses menyelenggarakan acara buka puasa terbesar ke-13 di Rusia, Rabu, 19 Maret 2025, waktu setempat.

Acara ini berjalan sangat dasyat. Pasalnya, acara buka bareng secara massal ini diikuti lebih dari 13 ribu umat Muslim dari berbagai wilayah Rusia, termasuk tokoh agama, pejabat negara, peserta operasi militer khusus (SVO), tokoh budaya dan masyarakat.

Buka puasa secara massal ini berlangsung sangat semarak, lantaran berbarengan dengan momentum Tahun Pembela Tanah Air dan memperingati 80 tahun Kemenangan dalam Perang Patriotik Hebat. .

Sebelum buka puasa, para tamu disambut dengan pameran bertajuk yang mengisahkan kontribusi umat Islam dalam Perang Dunia II.

Pameran ini menampilkan barang-barang pribadi para pahlawan seperti Mikhail Devyataev dan Maguba Syrtlanova.

Selain itu, terdapat pula pameran yang menggambarkan kehidupan perang di garis depan, termasuk peralatan tempur seperti drone, seragam, dan jatah kering tentara.

Sumber foto: russia-islworl.ru

Tak hanya itu, acara tersebut juga menampilkan salinan Al-Qur’an tulisan tangan yang menjadi pusat perhatian.

Syekh Ma’mun al-Ravi, teolog terkemuka dunia, menyebut mushaf ini sebagai referensi masa depan karena ditulis berdasarkan 11 sumber terpercaya.

Baca Juga :  Saudi Pimpin Negara-negara Arab Tentukan Masa Depan Gaza: Kontra sama Donald Trump!?

 

Mufti Agung Rusia, Talgat Tadzhuddin, hadir sebagai tamu kehormatan dan memberikan khotbah yang menginspirasi.

Sumber foto: russia-islworl.ru

Suara azan bergema pada pukul 17:56 waktu setempat, diikuti shalat Maghrib bersama yang dipimpin oleh Mufti Tatarstan, Kamil Hazrat Samigullin, serta Rais Tatarstan, Rustam Minnikhanov.

Usai shalat, 13 ribu umat Muslim menggelar doa keselamatan bersama para peserta operasi khusus militer (SVO) dan doa untuk kesejahteraan tanah air.

Untuk diketahui, sedikitnya 800 relawan berusia 16 hingga 70 tahun terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan acara. Mereka bertugas mengatur logistik, menyiapkan makanan, dan memastikan kelancaran acara. (Amy)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB