Kopdes Mau Hidup, Minimarket Disuruh Pamit? Logika Apa Ini, Pak Menteri?

- Penulis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 06:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mendes PDT Yandri Susanto (tengah)(KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZAL)

Mendes PDT Yandri Susanto (tengah)(KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZAL)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Kalau logikanya begini: supaya koperasi desa hidup, minimarket harus “dimatikan”. Apa ini serius?

Pasalnya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto melempar pernyataan yang bikin banyak orang mengernyitkan dahi.

Dalam rapat bersama Komisi V DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, 12 November 2025 lalu, ia menyebut bahwa kalau Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sudah berjalan, maka penyebaran bisnis minimarket seperti Alfamart dan Indomaret sebaiknya disetop.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Logikanya sederhana versi beliau: Kopdes mau tumbuh, maka raksasa ritel harus minggir.

“Saya setuju sekali di forum terhormat ini, Pak Ketua, kalau Kopdes itu sudah berjalan, sejatinya Alfamart dan Indomaret setop,” ujar Yandri.

Kedengarannya tegas. Tapi masuk akal tidak?

Baca Juga :  PCINU Suriah Sukses Gelar Webinar Hari Santri Bertema “Moderat dalam Berprinsip, Rabbaniyah dalam Berperilaku”

Yandri menilai pemerintah harus berpihak pada masyarakat desa. Minimarket disebut sudah terlalu merajalela, bahkan dianggap ancaman bagi Kopdes Merah Putih.

Ia juga menyebut jumlah gerai yang sudah tembus 20 ribuan sebagai bukti dominasi yang kelewat jauh.

Masalahnya begini: apakah solusi membangun koperasi memang harus dengan cara mematikan kompetitor?

Kalau logika ekonominya sehat, koperasi mestinya diperkuat dari sisi manajemen, distribusi, permodalan, digitalisasi, hingga daya saing harga.

Bukan dengan cara menutup pintu usaha lain. Persaingan itu dilawan dengan inovasi, bukan dengan larangan.

Yandri bahkan menyebut kekayaan pemilik minimarket sudah “terlalu” besar untuk Republik ini. Pernyataan ini terdengar emosional, tapi kebijakan publik tak bisa berdiri di atas sentimen. Regulasi harus rasional, terukur, dan adil.

Baca Juga :  'Man-teman', ASEAN Ulang Tahun ke-57 Hari ini, Begini Tema dan Logo Resminya!

Kalau setiap usaha besar dianggap ancaman dan harus disetop demi memberi ruang pada yang kecil, lalu bagaimana dengan prinsip pasar yang sehat?

Bagaimana dengan lapangan kerja ribuan karyawan minimarket? Bagaimana dengan rantai pasok UMKM yang justru banyak bergantung pada jaringan ritel modern?

Alih-alih terdengar sebagai strategi pembangunan desa yang matang, gagasan ini justru terasa seperti solusi instan yang mengabaikan realitas ekonomi.

Membangun Kopdes itu penting. Sangat penting. Tapi memajukannya dengan cara “menghentikan” yang lain bukanlah kebijakan yang masuk akal.

Negara seharusnya hadir sebagai pengatur yang adil, bukan jadi wasit yang meniup peluit hanya untuk satu tim. Gokil!

Nah, kalau koperasi ingin kuat, dia akan berdiri sendiri. Berdikari. Bukan karena pesaingnya dimatikan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura
Jokowi Bikin Pernyataan Berani: “PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan”
Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah
Pidato di PBB, Sugiono Bawa Pesan Prabowo: Dunia Butuh Ketahanan dan Kerja Sama
Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Berita ini 15 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 10:03 WIB

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Senin, 28 September 2026 - 09:29 WIB

Jokowi Bikin Pernyataan Berani: “PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan”

Minggu, 27 September 2026 - 11:44 WIB

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:03 WIB

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. (Gambar: Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

KABAR NUSANTARA

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:44 WIB