BRICS Gaspol Uji Sistem Pembayaran Baru Tanpa Dolar AS!

- Penulis

Rabu, 18 Februari 2026 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Pinterest

Ilustrasi: Pinterest

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Blok ekonomi BRICS makin serius bikin gebrakan. Kali ini, mereka lagi ngetes sistem pembayaran lintas negara yang nggak lagi bergantung pada dolar Amerika Serikat (AS). Yup, pelan tapi pasti, dominasi dolar mulai ditantang.

Platform ini didukung Brasil dan menghubungkan bank-bank sentral negara anggota lewat jaringan pesan pembayaran terdesentralisasi berbasis teknologi instan plus blockchain. Jadi, transaksi antarnegara bisa langsung beres tanpa ribet lewat sistem lama.

Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, menegaskan ambisi besar di balik langkah ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita perlu bekerja agar tatanan multipolar yang kita targetkan tercermin dalam sistem keuangan global,” ujarnya dikutip dari Watcher Guru, Selasa (17/2/2026).

Baca Juga :  Pesawat Buat Angkut Jamaah Haji Dibom Israel, Sadis!

Pakai Pix & Sistem DCMS

Sistem ini mengandalkan teknologi transfer instan Pix milik Brasil yang dikombinasikan dengan Decentralized Cross-Border Messaging System (DCMS).

Intinya? Transfer lintas negara bisa pakai mata uang lokal masing-masing, tanpa harus lewat dolar dulu.

Beda dari jaringan global seperti SWIFT, sistem baru ini nggak punya satu otoritas pusat. Setiap bank sentral pegang kendali atas node mereka sendiri. Lebih mandiri, lebih fleksibel.

Drex & Yuan Digital Ikut Masuk

Sebagai pemegang presidensi rotasi BRICS tahun lalu, Brasil jadi motor utama proyek ini. Bank Sentral Brasil bahkan sudah menyiapkan integrasi lintas batas, termasuk dukungan untuk mata uang digital nasional seperti Drex (CBDC Brasil) dan yuan digital Tiongkok di jalur perdagangan tertentu.

Baca Juga :  Ngeri! Sekolah di New Delhi Tutup Akibat Kabut Asap yang Lebihi 60 Kali Batas WHO, Bagaimana dengan Jakarta?

Langkah ini bukan cuma eksperimen teknologi, tapi juga bagian dari strategi jangka panjang: memperkuat perdagangan pakai mata uang lokal.

Data internal BRICS menunjukkan lebih dari 60% perdagangan antaranggota kini sudah diselesaikan dengan mata uang lokal. Artinya, ketergantungan pada dolar makin berkurang.

Beberapa negara seperti Arab Saudi dan Iran juga disebut-sebut jadi kandidat berikutnya untuk gabung ke jaringan pembayaran ini.

Kalau uji coba ini sukses, sistem keuangan global bisa benar-benar masuk era baru: lebih multipolar, lebih terdesentralisasi, dan nggak lagi didominasi satu mata uang saja. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 16 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB