Berikut Poin Penting Refleksi 75 Tahun Hubungan RI-RRT yang Digelar PCINU Tiongkok

- Penulis

Minggu, 9 Maret 2025 - 00:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bendera Tiongkok-Indonesia/ pinterest

Ilustrasi bendera Tiongkok-Indonesia/ pinterest

SUARAMUDA, BEIJING – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tiongkok baru-baru ini sukses menggelar Seminar Nasional & Konferensi Cabang Istimewa IV bertajuk “Refleksi 75 Tahun Hubungan RI-RRT”, Sabtu (8/3/2025).

Acara yang digelar secara hybrid itu menghadirkan tiga pembicara, yakni Jurnalis Kompas Iwan Santosa, Presiden NU Labor Confederation H. Irham Ali, M.A., dan Direktur Sino Nusantara Institute Ahmad Syaifuddin Zuhri.

3 Poin Utama Refleksi 75 Tahun Hubungan RI-RRT

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dihadiri lebih dari 200 peserta, Seminar Nasional dalam rangka Refleksi 75 Tahun Hubungan RI-RRT itu merumuskan poin penting.

Pertama, Indonesia dalam menjalankan diplomasi perlu memaksimalkan potensi padae halal. Jurnalis Kompas Iwan Santosa, menyoroti minimnya keterlibatan Indonesia di pasar global.

“Dibandingkan dengan Thailand yang aktif dalam pameran produk halal di Timur Tengah, produk pangan halal Indonesia belum terdengar gaungnya di pasar internasional, ” ujar Iwan, yang juga Sekjen Perkumpulan Persahabatan Alumni Tiongkok Indonesia (PERHATI).

Baca Juga :  Alhamdulillah! Ahmad Syifa-Muhammad Hasyim Habibie Mustofa Resmi Jadi Rois Syuriyah-Ketua Tanfidziyah PCINU Tiongkok 2025-2027

Peluang dan tantangan investasi China terutama dalam hal ketenagakerjaan juga menjadi poin penting kedua yang dibedah dalam Refleksi 75 Tahun Hubungan RI-RRT tersebut.

Fliyer Seminar Nasional & Konferensi Cabang Istimewa IV bertajuk “Refleksi 75 Tahun Hubungan RI-RRT”

Presiden NU Labor Confederation H. Irham Ali dalam materinya mengungkap isu bonus demografi dan tantangan ketenagakerjaan di Indonesia.

“Saat ini Indonesia memiliki 150 juta angkatan kerja, tetapi 60% masih berada di sektor informal. Sementara itu, tingkat pengangguran usia muda (youth unemployment) mencapai 22%, menjadikannya salah satu yang tertinggi di Asia, “paparnya.

Irham melanjutkan, meski investasi asing ke Indonesia meningkat dalam 15 tahun terakhir, namun konversi investasi terhadap penciptaan lapangan kerja dinilai masih rendah.

Baca Juga :  Cowok Ganteng ini Adalah Pangeran Hisahito dari Kekaisaran Jepang! Hayo, Siapa Mau PDKT?

Pentingnya Membangun Hubungan People-to-People

Sementara itu, Syaifuddin Zuhri dalam sesi terakhir menekankan pentingnya hubungan antar masyarakat (people-to-people diplomacy) sebagai upaya memperkuat hubungan RI-RRT.

Direktur lembaga thing thank Sino Nusantara Institute menguraikan, meski kerja sama ekonomi Indonesia-Tiongkok semakin erat, akan tetapi hubungan antar masyarakat kedua negara masih menghadapi banyak tantangan.

“Masih cukup banyak masyarakat Indonesia memiliki stereotip negatif terhadap Tiongkok, baik karena faktor sejarah maupun narasi yang berkembang di media, “ungkap Zuhri, panggilan akrabnya.

Menutup refleksi itu, dosen pada FISIP UIN Walisongo Semarang itu mengajak organisasi seperti PCINU Tiongkok untuk menjadi jembatan dalam membangun pemahaman yang lebih baik melalui kerja sama akademik, pertukaran budaya, dan pendidikan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar
China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global
Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional
Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan
Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya
Dari Konsultasi ke Integrasi Ekonomi: Deklarasi Kazan Buka Jalan Kerja Sama Ekonomi Rusia-ASEAN
Netanyahu dan Kebijakan Kontroversial: Israel Dianggap Abaikan Hukum Internasional dan Perluas Konflik di Timur Tengah
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:02 WIB

China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:23 WIB

Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:48 WIB

Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:18 WIB

Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat

Senin, 22 Juni 2026 - 17:13 WIB

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB