Plt Bupati Pati Dipanggil KPK, Skandal Jual Beli Jabatan Sudewo Mulai Terkuak

- Penulis

Senin, 9 Februari 2026 - 14:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (4/2/2026).

Ia diperiksa sebagai bagian dari pengusutan dugaan korupsi pengisian perangkat desa di Kabupaten Pati.

Risma datang ke Polda Jawa Tengah sekitar pukul 10.00 WIB dan baru keluar hampir satu setengah jam kemudian. Pemeriksaan ini berkaitan dengan kasus yang menjerat Bupati Pati nonaktif, Sudewo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepada awak media, Risma menegaskan bahwa semua pihak di struktur Pemkab Pati yang dipanggil KPK wajib hadir dan kooperatif. Dalam pemeriksaan, ia mengaku hanya menyampaikan hal-hal yang benar-benar ia ketahui.

Baca Juga :  KPU Kota Semarang Tetapkan Agustin-Iswar Jadi Sang Pemenang

“Yang tahu saya sampaikan tahu, yang tidak tahu saya sampaikan tidak tahu,” ujar Risma singkat.

Kasus ini bermula dari rencana pengisian 601 formasi perangkat desa di 21 kecamatan di Pati. Alih-alih berjalan transparan, KPK menduga proses tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi oleh Sudewo.

KPK mengungkap adanya kelompok bernama “Tim 8” yang dibentuk untuk mengumpulkan setoran dari para calon perangkat desa—praktik yang kuat mengarah pada jual beli jabatan.

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, membeberkan bahwa setiap calon perangkat desa diduga diminta uang Rp165 juta hingga Rp225 juta per orang. Padahal, harga awal yang disepakati berada di kisaran Rp125 juta hingga Rp150 juta—selisih yang diduga jadi ladang mark-up.

Baca Juga :  TPA Al Huda Ringinanom Wonosegoro Gelar Ziarah Akbar, Ribuan Doa Menggema Sepanjang Perjalanan

Dalam operasi tangkap tangan (OTT), KPK turut mengamankan uang tunai sekitar Rp2,6 miliar, yang diduga kuat berasal dari setoran para calon perangkat desa.

Kasus ini pun kembali membuka borok politik uang di level desa, yang seharusnya jadi garda terdepan pelayanan publik. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Demi Rp5,3 Triliun, Perut Gunung Ungaran Mau Dibongkar: Dapat Listrik atau Cuma Lubang?
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB