SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tumbuh solid di angka 5,11 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian ini menegaskan tren pemulihan ekonomi nasional yang terus menguat setelah pandemi COVID-19.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp23.821,1 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB) dan Rp13.580,5 triliun atas dasar harga konstan (ADHK).
“Secara kumulatif, perekonomian Indonesia selama 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen,” ujar Amalia dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS, Kamis (5/2/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada kuartal IV 2025, ekonomi nasional bahkan melaju lebih kencang dengan pertumbuhan 5,39 persen (yoy). Di periode ini, PDB tercatat sebesar Rp6.147,2 triliun (ADHB) dan Rp3.474,5 triliun (ADHK).
Amalia menegaskan, pertumbuhan kuartal IV 2025 menjadi yang tertinggi sejak pandemi COVID-19, sekaligus menandai konsistensi pemulihan ekonomi sejak kuartal I 2021. “Ini menunjukkan arah ekonomi yang semakin kuat dan stabil,” jelasnya.
Respons Menkeu: Sinyal Ekonomi Berbalik Arah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons positif data BPS tersebut. Meski mengakui capaian 5,11 persen masih di bawah target pribadinya, Purbaya menilai kinerja ekonomi 2025 tetap patut diapresiasi.
“Memang lebih rendah dari harapan saya yang di kisaran 5,5–5,7 persen. Tapi jujur, ini sudah lumayan. Yang penting, arah ekonomi sudah membalik,” kata Purbaya saat ditemui di kawasan industri Cikupa, Tangerang.
Ia menambahkan, pertumbuhan kuartal IV 2025 menjadi momentum penting karena merupakan yang tertinggi dalam empat hingga lima tahun terakhir. “Ini sinyal kuat bahwa ekonomi kita mulai naik lagi,” tegasnya. (Red)













Komentar