SUARAMUDA.NET, SUKOHARJO — Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) dan Manajemen Dakwah (MD) IIM Surakarta menggelar talkshow bertema “Aqidah Islam di Era Digital” di Lantai 3 Ruang 9, Kamis (11/12/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari penilaian Ujian Akhir Semester yang mendorong mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar di luar ruang kuliah.
Dosen pengampu Mata Kuliah Aqidah Tauhid, Muhammad Mahsya Nawaffani, S.I.Kom., M.Sos, menjelaskan bahwa talkshow ini dirancang agar mahasiswa merasakan langsung proses pembelajaran berbasis pengalaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya ingin mahasiswa merasakan pengalaman belajar di luar perkuliahan agar mereka dapat memetik nilai pembelajarannya,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat memperluas wawasan mahasiswa KPI, MD, maupun PGMI.
“Semoga pengalaman belajar ini menambah wawasan teman-teman untuk ke depannya,” tambahnya.
Ketua panitia, Ahmad, turut menegaskan pentingnya momentum ini sebagai pengalaman intelektual bagi peserta.
“Kalau Pak Nawaf menyebutnya pengalaman belajar, saya menyebutnya pengalaman intelektual. Semoga teman-teman bisa mengambil ilmu dan hikmahnya,” ucapnya.
Tiga Alasan Mengapa Belajar Aqidah Itu Penting
Pada sesi inti, pemateri Ust. Azwar Anas Firmansyah, Lc., memaparkan tiga alasan utama pentingnya mempelajari aqidah, khususnya bagi generasi muda di era digital.
1. Fardhu Ain
Menurutnya, mempelajari aqidah adalah kewajiban individu yang tidak boleh ditinggalkan.
“Fardhu ain sangat penting agar dasar keimanan kita tetap kokoh,” jelasnya.
2. Membentuk Sikap Toleran
Aqidah yang kuat, kata Ust. Azwar, membuat seseorang lebih mudah menerima perbedaan.
“Kalau orang imannya kuat, pasti mudah menerima perbedaan umat,” tuturnya.
3. Memiliki Harapan sebagai Hamba Allah SWT
Ia menekankan bahwa seorang muslim perlu memiliki keyakinan terhadap segala ketetapan Allah.
“Kita harus memiliki keyakinan bahwa apa yang Allah rencanakan adalah yang terbaik. Itu bentuk keimanan yang kuat,” imbuhnya.
Acara ini diikuti oleh puluhan mahasiswa PGMI serta KPI dan MD yang antusias mengikuti seluruh rangkaian diskusi. (Red)
Penulis : Ahmad Zuhdy Alkhariri













Komentar