Tragedi Banjir Sumatera Memburuk, Masyarakat Sipil Aceh Desak Presiden Nyatakan Bencana Nasional

- Penulis

Senin, 1 Desember 2025 - 08:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, BANDA ACEH — Gelombang banjir bandang dan longsor yang meluluhlantakkan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus mengungkap betapa rapuhnya kesiapsiagaan negara dalam menghadapi bencana besar.

Ribuan warga masih terjebak di wilayah terisolir, akses jalan terputus, dan laporan korban jiwa bertambah dari hari ke hari. Di banyak lokasi, tim penyelamat kesulitan menembus desa-desa terdampak karena infrastruktur lumpuh total.

Melihat skala kehancuran yang merata di tiga provinsi sekaligus, Masyarakat Sipil Aceh menegaskan bahwa bencana ini tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka mendesak Presiden untuk segera menetapkan banjir dan longsor yang melanda Sumatera sebagai bencana nasional, agar penanganan darurat dapat dilakukan secara terintegrasi, cepat, dan dengan dukungan penuh pemerintah pusat.

Dalam pernyataan sikap bersama, puluhan lembaga menyoroti lambannya penanganan sejak awal. Mereka menilai koordinasi di lapangan masih lemah, informasi simpang-siur, dan distribusi bantuan belum merata.

Baca Juga :  PM Israel Netanyahu Memang Super Kejam! Ogah Gencatan Senjata dan Serang Terus Lebanon, Korban Tembus 700 Jiwa

Sementara itu, sejumlah daerah yang paling parah justru belum tersentuh bantuan, membuat warga bertahan dengan pangan dan air bersih yang semakin menipis.

Bagi mereka, keselamatan warga seharusnya menjadi prioritas tertinggi negara, bukan sekadar urusan administratif antarlevel pemerintahan.

Masyarakat sipil juga menekan Pemerintah Aceh untuk mengalihkan anggaran APBA yang belum terpakai demi penanganan darurat, agar setiap rupiah benar-benar digunakan untuk menyelamatkan nyawa dan memulihkan kehidupan warga.

Mereka menyerukan pembentukan pusat informasi terpadu yang dapat menjadi rujukan resmi bagi masyarakat dan tim lapangan, sehingga kebingungan dan tumpang tindih laporan dapat dihindari.

Tanpa manajemen krisis yang jelas, mereka khawatir jumlah korban bisa terus bertambah, bukan hanya akibat bencana awal tetapi karena kegagalan penanganan pasca bencana.

Penetapan status bencana nasional, menurut mereka, menjadi langkah penting untuk membuka akses logistik, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta memungkinkan masuknya dukungan internasional jika diperlukan.

Baca Juga :  Dukungan Kuat Korps Alumni KNPI Jawa Tengah untuk Paslon Andika-Hendi

Lebih dari itu, penetapan tersebut menunjukkan keseriusan negara dalam melihat penderitaan rakyat sebagai prioritas kemanusiaan, bukan sekadar angka dalam laporan resmi.

Pernyataan sikap ini ditandatangani oleh Forum LSM Aceh, Koalisi NGO HAM, WALHI Aceh, Flower Aceh, SEI, GeRAK Aceh, Kontras Aceh, Balai Syura, JKMA Aceh, MaTA, Mafindo Aceh, dan puluhan organisasi lainnya.

Hadir sebagai perwakilan lembaga antara lain Sudirman Hasan dari Forum LSM Aceh, Riries dari Flower Aceh, Munawir dari WALHI Aceh, Khairil dari Koalisi NGO HAM, serta Gilang dari GeRAK Aceh.

Masyarakat Sipil Aceh menyatakan kesiapan untuk bergandengan tangan dengan pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan relawan di seluruh Indonesia.

Namun mereka juga mengingatkan bahwa solidaritas warga tidak boleh menggantikan tanggung jawab negara. Dalam kondisi darurat seperti ini, negara dituntut hadir sepenuhnya, bukan terlambat, bukan setengah hati. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Selamat! Akhirnya Spanyol Juara!
Forum Pemred Semprot Hotman Paris, Respons ke Wartawan Dinilai Arogan dan Tak Profesional
GovLine Soroti Pergeseran Kendali Perkara Febrie Adriansyah dan Pentingnya Transparansi Penegakan Hukum
Seleksi BCKS 2026 Digelar di Tapaktuan, 71 Guru dari 5 Kabupaten di Aceh Ikuti Ujian CAT
GEMABUDHI Blitar Gelar Puja Uposatha Bulan Gelap di Candi Kalicilik
Patriot Bond Digugat ke MK, Pemerintah Siap Turunkan Tim Ahli Hukum
Mahfud MD Soroti Kasus Febrie: Jangan Sampai Penegakan Hukum Jadi Ajang Kompromi Politik
Sambut HUT RI Ke-81, Karang Taruna Hilimbowo Sulap Lapangan A2CS Jadi Pusat Semangat Kebersamaan
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 09:38 WIB

Selamat! Akhirnya Spanyol Juara!

Senin, 20 Juli 2026 - 08:28 WIB

Forum Pemred Semprot Hotman Paris, Respons ke Wartawan Dinilai Arogan dan Tak Profesional

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:56 WIB

GovLine Soroti Pergeseran Kendali Perkara Febrie Adriansyah dan Pentingnya Transparansi Penegakan Hukum

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:54 WIB

Seleksi BCKS 2026 Digelar di Tapaktuan, 71 Guru dari 5 Kabupaten di Aceh Ikuti Ujian CAT

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:39 WIB

GEMABUDHI Blitar Gelar Puja Uposatha Bulan Gelap di Candi Kalicilik

Berita Terbaru

Pemain muda Tim Spanyol, Lamine Yamal. (dok istimewa)

KABAR NUSANTARA

Selamat! Akhirnya Spanyol Juara!

Senin, 20 Jul 2026 - 09:38 WIB