Tumpukan Sampah Menggunung di Bawah Jembatan Pasar Sugio, Warga Keluhkan Bau hingga Rawan Kebakaran

Tumpukan sampah rumah tangga dan dugaan limbah pemotongan ayam memenuhi bantaran sungai, warga Sugio minta pemerintah segera turun tangan

- Penulis

Selasa, 29 September 2026 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, LAMONGAN — Tumpukan sampah menggunung terlihat di bantaran sungai tepat di bawah Jembatan Pasar Sugio, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena menimbulkan bau menyengat, mengganggu pemandangan, hingga dikhawatirkan memicu persoalan lingkungan.

Pantauan di lokasi pada Minggu (27/9/2026) menunjukkan tumpukan sampah rumah tangga berupa plastik, botol bekas, limbah organik, hingga kotoran ternak memenuhi sebagian besar bantaran dan menutupi aliran sungai.

Lokasi tersebut berada di kawasan yang cukup ramai karena berdekatan dengan Pasar Pahing Sugio serta berada di jalur utama Sugio–Kedungpring yang setiap hari dilalui masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diduga Ada Limbah Pemotongan Ayam

Selain sampah rumah tangga, warga menduga terdapat limbah dari aktivitas Rumah Potong Ayam (RPA) di sekitar lokasi. Limbah yang disebut-sebut dibuang ke area bantaran sungai antara lain darah, jeroan, bulu, kotoran, serta sisa potongan ayam.

Dugaan tersebut perlu mendapatkan klarifikasi dari pihak pengelola RPA maupun instansi terkait. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengeluhkan bau yang muncul dari kawasan tersebut.

“Bau dari pemotongan ayam itu sangat menyengat. Apalagi saat kemarau, panas dan sampah menumpuk. Baunya campur antara sampah yang membusuk dan limbah ayam,” ujarnya.

Baca Juga :  Di Balik Nama Anak Krakatau: Kisah Vladimir Petrushevsky, Ilmuwan Rusia di Jawa

Warga juga khawatir kondisi tersebut semakin parah ketika musim hujan. Sampah plastik yang menumpuk berpotensi menghambat aliran air, sementara limbah organik dapat terbawa arus dan mencemari sungai.

Warga Sebut Sampah Sudah Lama Menumpuk

Keluhan serupa disampaikan Subekan, warga yang melintas di sekitar lokasi. Ia mengatakan persoalan tumpukan sampah di bawah jembatan tersebut bukan hal baru.

“Sangat mengganggu pemandangan. Padahal ini jalur ramai dan dekat pasar,” kata Subekan.

Menurutnya, kondisi kemarau juga membuat tumpukan sampah kering berpotensi terbakar. Sementara ketika hujan turun, sampah dikhawatirkan menyumbat aliran sungai.

Ia menunjuk rumpun bambu yang tumbuh di tengah timbunan sampah sebagai salah satu tanda bahwa sampah telah lama menumpuk.

“Lihat saja, bambunya sudah besar. Berarti sudah lama sampah ini menumpuk di sini,” ujarnya.

Aliran Sungai Nyaris Tak Terlihat

Dari pantauan di lapangan, sampah terlihat memenuhi bantaran sungai dengan ketebalan cukup signifikan. Pipa besar berwarna biru melintang di atas timbunan sampah, berdampingan dengan konstruksi jembatan baja.

Rumpun bambu juga tumbuh di antara timbunan tersebut. Sementara aliran sungai nyaris tidak terlihat karena tertutup sampah. Hanya sebagian kecil aliran air yang masih tampak.

Baca Juga :  Cosmozmagz: Majalah Pop Digital Karya Mahasiswa Ilmu Komunikasi President University

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menghambat aliran air ketika debit meningkat. Tumpukan sampah plastik yang mengering juga berpotensi terbakar dan menghasilkan asap yang mengganggu warga sekitar.

Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan. Mereka meminta pembersihan bantaran sungai, pengawasan terhadap aktivitas pembuangan limbah, serta pemasangan papan larangan membuang sampah.

Selain itu, warga berharap tersedia tempat pembuangan sampah (TPS) yang layak dan mudah diakses, khususnya di sekitar kawasan pasar.

Pengawasan rutin juga dinilai penting agar lokasi tersebut tidak kembali menjadi tempat pembuangan sampah.

“Kami berharap pemerintah turun tangan. Jangan sampai sampah ini semakin menggunung. Kasihan sungainya mati dan alirannya tersumbat. Ini demi kebersihan dan kesehatan warga Sugio juga,” pungkas Subekan.

Belum Ada Tanggapan Resmi

Hingga berita ini diturunkan pada Minggu (28/9/2026), belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Desa Sugio, Kecamatan Sugio, maupun Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan terkait penanganan tumpukan sampah tersebut.

Upaya konfirmasi kepada sejumlah pihak terkait juga belum memperoleh respons.

Masyarakat berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian dan penanganan konkret agar kondisi lingkungan di sekitar Jembatan Pasar Sugio tidak semakin buruk. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 12:23 WIB

Tumpukan Sampah Menggunung di Bawah Jembatan Pasar Sugio, Warga Keluhkan Bau hingga Rawan Kebakaran

Minggu, 27 September 2026 - 09:20 WIB

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Berita Terbaru

Ilustrasi: suaramuda.net

Sino Insight

China Pimpin BRICS 2027, Dedolarisasi Kembali Jadi Sorotan

Rabu, 30 Sep 2026 - 13:42 WIB

KILAS GLOBAL

Mengapa Greenland Penting bagi AS, Eropa, dan Masa Depan Arktik

Rabu, 30 Sep 2026 - 12:28 WIB

KABAR NUSANTARA

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:03 WIB