Soal Pemukulan Guru di Trenggalek, Paijo Parikesit Desak Polres Trenggalek Tegas: Jangan Tumpul ke Atas, Tajam ke Bawah!

- Penulis

Selasa, 4 November 2025 - 07:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis muda dan pegiat pendidikan, Paijo Parikesit. (dok pribadi)

Aktivis muda dan pegiat pendidikan, Paijo Parikesit. (dok pribadi)


SUARAMUDA.NET, TRENGGALEK — Aktivis muda dan pegiat pendidikan, Paijo Parikesit, menyorot keras lambannya penanganan kasus pemukulan terhadap guru SMPN 1 Trenggalek, Eko Prayitno, yang terjadi pada Jumat (31/10/2025) lalu.

Ia mendesak Polres Trenggalek segera menetapkan tersangka, tanpa pandang jabatan maupun kedekatan politik.

Kasus ini membuat publik geram setelah terungkap bahwa pelaku pemukulan diduga suami salah satu anggota DPRD Kabupaten Trenggalek.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Guru Eko, yang juga alumni PMII Malang, diserang saat menegakkan aturan sekolah dengan menyita ponsel siswa yang digunakan di tengah pelajaran.

Bukannya introspeksi, keluarga siswa malah datang membawa amarah — memukul, mengancam, bahkan menebar ancaman pembakaran terhadap rumah dan fasilitas sekolah.

“Ini bukan cuma soal pelanggaran hukum, tapi pelecehan terhadap martabat guru dan wajah pendidikan kita,” tegas Paijo.

“Guru Eko adalah simbol integritas dan tanggung jawab. Kalau aparat diam, itu artinya kita sedang melegalkan kekerasan terhadap pendidik.”

Baca Juga :  Mini Bootcamp Sobat Perdamaian: 70 Pemuda Solo Raya Belajar Menjadi Agen Toleransi

Ia menegaskan, kapolres harus segera bertindak. “Empat hari berlalu, belum ada penetapan tersangka. Apa yang ditunggu? Hukum jangan lagi tumpul ke atas, tajam ke bawah. Kalau Polres Trenggalek diam, kami siap turun aksi di beberapa titik Polres se-Indonesia,” ujarnya dengan nada keras.

Paijo yang juga dikenal sebagai alumni muda PMII menegaskan, kasus ini bukan hanya soal keadilan individu, tapi juga soal harga diri profesi guru dan nurani publik.

“Guru itu garda moral bangsa. Kalau mereka bisa dipukul hanya karena menegakkan disiplin, lalu siapa yang berani mendidik dengan tegas?” katanya.

Sementara itu, PGRI Kabupaten Trenggalek menyatakan dukungan penuh terhadap korban dan mengecam keras tindakan pelaku.

“Guru Eko bertindak sesuai aturan. Kami berdiri tegak di belakangnya,” ujar Ketua PGRI Trenggalek.

Baca Juga :  Semangat Pramuka 64 Tahun: Vianney Tunjukkan Generasi Tangguh

Dari pihak kepolisian, Kapolres Trenggalek membenarkan bahwa laporan telah diterima dan penyelidikan tengah berjalan.

“Beberapa saksi sudah diperiksa dan barang bukti dikumpulkan. Kami akan menindaklanjuti sesuai prosedur hukum,” ujarnya singkat.

Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Malang, Dr. Suyanto, menilai kasus ini sebagai cermin lemahnya perlindungan hukum bagi tenaga pendidik.

“Negara harus hadir untuk memastikan rasa aman bagi guru. Apalagi jika pelaku punya relasi kekuasaan, maka ketegasan hukum adalah ujian integritas aparat,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Paijo kembali menegaskan komitmen gerakan mahasiswa dan komunitas pendidikan untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Kami bersama keluarga besar PMII dan jaringan pendidikan di seluruh Indonesia akan terus menekan aparat agar pelaku segera ditetapkan tersangka dan meminta maaf secara terbuka. Keadilan untuk guru bukan slogan — ini perjuangan nyata,” tandasnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung
Tingkatkan Mutu Produk Olahan, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Sambal Pecel “Lestari” Blitar
Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien
Dorong UMKM Naik Kelas, Akademisi UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Oven Multitray dan Kemasan Baru di Bolu “Bu Pur”
Berita ini 14 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha

Senin, 7 September 2026 - 22:34 WIB

Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB