Social Room UM, Bikin Anak Binaan LPKA Blitar Jadi Lebih Kuat dan Siap Balik ke Masyarakat

- Penulis

Senin, 27 Oktober 2025 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, BLITAR — Siapa bilang masa pembinaan di LPKA cuma soal hukuman dan aturan ketat? Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) justru datang dengan ide segar lewat program “Social Room”, bikin suasana LPKA Kelas I Blitar jadi lebih hidup dan penuh semangat!

Program ini dijalankan dari Juli sampai Agustus 2025 oleh tim PKM-PM UM. Tujuannya simpel tapi berdampak besar: menumbuhkan empati, kerja sama, dan kesadaran sosial anak binaan lewat aktivitas seru dan interaktif. Nggak ada ceramah kaku, yang ada malah permainan, kuis, dan petualangan bareng!

Social Room diharapkan bisa bantu anak-anak kami mengembangkan empati dan keterampilan sosial yang berguna setelah mereka kembali ke masyarakat,” ungkap Sugeng, Kepala LPKA Blitar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kenapa Social Room Penting Banget?

Data BPS Jawa Timur nunjukin, tahun 2022 ada 2.238 kasus kriminal di Blitar, melonjak dari tahun-tahun sebelumnya.

Dan mirisnya, sebagian pelakunya adalah anak di bawah umur. Akhirnya, mereka harus dibina di LPKA Kelas I Blitar — satu-satunya lembaga pemasyarakatan anak di Jatim.

Di sini ada 197 anak binaan usia 12–18 tahun. Banyak dari mereka datang dengan beban berat: kecemasan, kesepian, bahkan kehilangan rasa percaya diri.

Baca Juga :  “LENTERA SEHAT”: Mahasiswa KKN Unhas Ajak Warga Batu-Batu Cegah Penyakit Menular Lewat Lingkungan Bersih

Perbedaan besar antara hidup di luar dan aturan di dalam lembaga bikin mereka sering kesulitan beradaptasi.

Nah, di sinilah Social Room hadir sebagai “ruang aman” buat mereka belajar memahami diri dan orang lain, tapi dengan cara yang fun.

 

3 Ruang Misi Seru di Social Room

Program ini dibagi jadi tiga fase seru alias Ruang Misi:

  • Ruang Misi 1 – “Kenali Aku dan Mereka”
    Anak-anak diajak kenalan sama diri sendiri dan teman lewat refleksi sederhana dan permainan ringan.
  • Ruang Misi 2 – “Pesan Tersembunyi”
    Ada kuis dan games kelompok buat melatih komunikasi, kerja sama, dan disiplin.
  • Ruang Misi 3 – “Petualangan”
    Ini bagian paling ditunggu! Ada game seperti Number Hunter, Kardus Warrior, dan Jump Action yang ngasah empati, tanggung jawab, dan rasa percaya diri.

Dari Grogi Jadi Percaya Diri!

Hasil evaluasinya? Gokil. Anak-anak yang awalnya minder dan tertutup mulai berani terbuka, saling support, dan bisa kerja sama tanpa drama.

Lebih dari 70% peserta menunjukkan peningkatan empati dan tanggung jawab. Bahkan nilai rata-rata hasil tes meningkat dari 65 ke 91 di akhir fase ketiga!

Baca Juga :  PADIKSI UNISBANK Gelar Kegiatan “PADIKSI BERKURBAN” di Universitas Stikubank Semarang

Kegiatan ini juga pakai pendekatan Teori Ekologi Bronfenbrenner, jadi bukan asal main. Tujuannya biar anak binaan bisa pelan-pelan bangun lagi kepercayaan diri dan siap berbaur dengan masyarakat setelah masa pembinaan selesai.

Dari Dibimbing Jadi Mandiri

Yang keren, sekarang LPKA Blitar udah bisa lanjut jalankan program Social Room secara mandiri. Kalau dulu mahasiswa UM masih jadi fasilitator utama, kini petugas LPKA sudah siap melanjutkan sendiri kegiatan seru ini.

“Kami ingin mereka pulang bukan cuma selesai menjalani hukuman, tapi juga punya empati, peduli, dan siap berkontribusi di masyarakat,” ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Keterampilan LPKA Blitar.

Menuju Indonesia Emas 2045

Program “Social Room” ini bukan sekadar kegiatan sosial, tapi juga bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Nilai-nilai seperti komunikasi, kolaborasi, dan empati jadi fokus utama — sejalan dengan visi Asta Cita Indonesia Emas.

Dengan semangat muda, kolaboratif, dan penuh makna, Social Room UM bisa jadi model pembinaan baru di LPKA seluruh Indonesia. Karena semua anak berhak punya kesempatan kedua — dan Social Room buktiin itu nyata. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”
Pameran Produk dan Penutupan MBKM Bina Desa UPN Veteran Jawa Timur: Wujud Inovasi Berkelanjutan untuk Mendukung SDGs 8, 12, dan 17
Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran
BEM Unsoed Kaget! Mahasiswa Ikut Kunker Gibran Tanpa Sepengetahuan Organisasi
Camp Qur’an SDIT Mumtaz Rabbani: Saat Anak Dekat dengan Al-Qur’an, Karakter Hebat Pun Tumbuh
Biar Nggak Asal Viral, Dosen UNPAM Latih Siswa SMK Puspita Husada Bikin Konten Kreatif dan Positif
Mahasiswa USM Turun ke Jalan, Suarakan Kritik untuk Pemerintah
Dukung SDGs 8 dan 9, Mahasiswa KKNT UPN Veteran Jatim Kenalkan QRIS dan AI untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM Kalipucang
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:47 WIB

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:26 WIB

Pameran Produk dan Penutupan MBKM Bina Desa UPN Veteran Jawa Timur: Wujud Inovasi Berkelanjutan untuk Mendukung SDGs 8, 12, dan 17

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:46 WIB

Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:31 WIB

BEM Unsoed Kaget! Mahasiswa Ikut Kunker Gibran Tanpa Sepengetahuan Organisasi

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:21 WIB

Camp Qur’an SDIT Mumtaz Rabbani: Saat Anak Dekat dengan Al-Qur’an, Karakter Hebat Pun Tumbuh

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB