Delegasi Indonesia Soroti Peluang Besar Koridor Trans-Asia di Era Sanksi pada Forum Logistik Rusia

- Penulis

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 07:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SAINT PETERSBURG — St Petersburg menjadi tuan rumah forum logistik internasional bergengsi di Rusia. Forum tersebut juga dihadiri oleh delegasi Indonesia, Andre Septiyanto, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komite untuk Interaksi dengan Negara-Negara ASEAN di Asosiasi Bisnis Eurasia serta Penasihat untuk Aliansi B2BASEAN.

Dalam paparannya, Andre menegaskan bahwa tekanan sanksi global justru membuka babak baru dengan memperkuat rute perdagangan alternatif melalui Koridor Trans-Asia, yang di dalamnya kemitraan strategis antara Indonesia, Rusia, dan negara-negara ASEAN memegang peran kunci.

Andre Septiyanto, yang merupakan diaspora Indonesia yang tinggal di Rusia, hadir sebagai pembicara dalam sesi yang berlangsung pada 23 Oktober 2025 tersebut. Dengan tema presentasi “Koridor Trans-Asia di Era Sanksi”, Andre menyampaikan analisis yang optimis di tengah tantangan geopolitik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, sanksi yang diterapkan Barat terhadap Rusia telah memaksa “revolusi” dalam pola logistik tradisional. Krisis ini, alih-alih menjadi jalan buntu, justru menjadi katalisator yang mendorong diversifikasi dan penguatan jalur-jalur perdagangan menuju Timur.

Baca Juga :  Rusia Gelar Forum Bisnis Meet Global MICE Congress Guna Tingkatkan Pariwisata Negara-negara BRICS, Ada Indonesia?

“Era sanksi ini adalah sinyal keras untuk segera bertindak. Koridor Trans-Asia bukan sekadar jalur alternatif, melainkan proyek untuk membentuk tatanan ekonomi dan logistik dunia baru,” papar Andre dalam forum tersebut.

Dalam pemaparannya, Andre secara khusus menyoroti dua jalur andalan. Pertama adalah koridor darat melalui Kazakhstan dan China, yang ia sebut sebagai “sistem peredaran darah” yang telah aktif mengalirkan barang, dari komoditas hingga produk bernilai tambah.

Untuk jalur ini, ia menekankan perlunya akselerasi digitalisasi, seperti penggunaan dokumen elektronik, untuk memangkas birokrasi di perbatasan.

Kedua, adalah Jalur Laut Utara atau Northern Sea Route (NSR) yang disebutnya sebagai peluang strategis jangka panjang.

Baca Juga :  Media Global Diundang ke Festival Pemuda Internasional 2026 di Yekaterinburg – Pendaftaran Akreditasi Ditutup 17 Juli

Andre menjelaskan bahwa bagi negara-negara eksportir di ASEAN, termasuk Indonesia, jalur ini menawarkan pemangkasan jarak tempuh ke Eropa yang sangat signifikan.

Ia menyatakan keterbukaan untuk menjajaki kerja sama investasi dalam pengembangan infrastruktur pendukung, seperti pembangunan hub logistik di kawasan Timur Jauh Rusia.

Di akhir presentasinya, Andre menyerukan langkah-langkah konkret untuk mewujudkan peluang ini.

Ia mengajak semua pihak untuk mempercepat adopsi platform digital, menyelaraskan standar dan regulasi kepabeanan, serta memperkuat kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta dari kedua kawasan untuk menanamkan investasi di sektor logistik.

Kehadiran dan presentasi Andre Septiyanto dalam forum ini tidak hanya menunjukkan kapasitas dan wawasan strategis Indonesia di panggung global, tetapi juga secara aktif memposisikan Indonesia sebagai mitra yang propositif dan penting dalam membentuk masa depan konektivitas dan perdagangan di kawasan Eurasia. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar
China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global
Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional
Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan
Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya
Dari Konsultasi ke Integrasi Ekonomi: Deklarasi Kazan Buka Jalan Kerja Sama Ekonomi Rusia-ASEAN
Netanyahu dan Kebijakan Kontroversial: Israel Dianggap Abaikan Hukum Internasional dan Perluas Konflik di Timur Tengah
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:02 WIB

China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:23 WIB

Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:48 WIB

Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:18 WIB

Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat

Senin, 22 Juni 2026 - 17:13 WIB

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB