KDM Keliru Soal Air Pegunungan: Buat Netizen, Tak Semua yang Viral Itu Benar!

- Penulis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) kembali jadi sorotan usai komentarnya soal air pegunungan saat berkunjung ke pabrik Aqua di Subang. (Gambar: suaramuda.net)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) kembali jadi sorotan usai komentarnya soal air pegunungan saat berkunjung ke pabrik Aqua di Subang. (Gambar: suaramuda.net)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM kembali jadi sorotan. Kali ini bukan soal gaya nyentriknya, tapi komentarnya soal air pegunungan saat berkunjung ke pabrik Aqua di Subang.

Dalam videonya yang viral, KDM tampak heran karena air yang digunakan ternyata bukan berasal langsung dari mata air permukaan seperti yang dibayangkannya.

“Saya sempat mengira Aqua memanfaatkan air dari mata air pegunungan sebagaimana iklannya. Tapi ternyata dibor,” kata KDM dalam kunjungan itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komentar itu sontak menuai reaksi. Banyak warganet ikut bingung — bahkan menganggap industri AMDK selama ini “menipu” publik.

Baca Juga :  Aset Muhammadiyah Capai Ratusan Triliun, Benarkah?

Padahal, menurut ahli, anggapan KDM itu keliru.

Profesor Lambok M. Hutasoit, pakar hidrogeologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), menjelaskan bahwa air pegunungan yang digunakan industri AMDK bukanlah air yang muncul di permukaan, melainkan berasal dari sistem akuifer — lapisan batuan bawah tanah di kawasan pegunungan.

“Air hujan meresap ke tanah, lalu mengalir di bawah permukaan dan tersimpan di akuifer. Nah, dari situlah air diambil. Jadi bukan dari mata air yang keluar begitu saja,” jelas Lambok.

“Tidak semua air tanah layak diminum. Ada yang mengandung Kromium VI, logam berat yang sangat beracun. Jadi harus diuji dulu secara kimiawi,” tambahnya.

Baca Juga :  Mahasiswa UMM Bangun Kincir Angin Untuk Pengairan Sawah di Desa Tawangrejo, Blitar

Selain kandungan kimia, faktor geologi juga penting. Jenis batuan menentukan kualitas air. Batuan seperti pasir, kapur, dan gamping umumnya bagus karena menyaring air secara alami, sementara batu lumpur justru mudah terkontaminasi.

“Air dangkal rawan tercemar — bisa dari toilet, selokan, atau limbah. Itulah kenapa industri besar memilih sumber dari akuifer dalam,” tandas Lambok.

Jadi, bukan semua yang tampak di permukaan bisa langsung dijadikan kesimpulan — apalagi konten. Kadang, yang perlu dibor bukan hanya tanahnya, tapi juga pengetahuannya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?
Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?
Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok
Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!
Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Hadiri Perayaan Syukur Ulang Tahun Vihara Maitreya Makassar Bertajuk “Simfoni Cahaya”
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:08 WIB

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WIB

Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:38 WIB

Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB