Mimpi yang Retak di King Abdullah: Saat Garuda Jatuh Sebelum Terbang ke Piala Dunia

- Penulis

Minggu, 12 Oktober 2025 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG— Mimpi besar Timnas Indonesia untuk menjejakkan kaki di Piala Dunia 2026 resmi kandas.

Di bawah sorot lampu Stadion King Abdullah, Minggu (12/10) dini hari WIB, skuad Garuda takluk 0-1 dari Irak—hasil yang menutup perjalanan panjang penuh harapan itu.

Kekalahan ini menjadi akhir pahit dari perjuangan di Grup B ronde empat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Indonesia harus puas menjadi juru kunci setelah kalah dari dua raksasa Asia, Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiket menuju Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pun lenyap, bersama dentum semangat yang sempat membara.

Perjalanan Timnas kali ini bukan tanpa drama. Dua pelatih besar menandai dua babak berbeda dalam kisah ini. Shin Tae-yong, arsitek asal Korea Selatan, membawa optimisme baru sejak babak pertama.

Baca Juga :  Bupati Nonaktif Disinyalir Masih Mengendalikan Kebijakan, Pengamat Desak Mendagri Tambah Sanksi

Ia menjadi simbol kebangkitan sepak bola nasional, hingga akhirnya kontraknya diputus lebih awal pada awal 2025—sebuah keputusan mengejutkan ketika Indonesia justru sedang berada di jalur positif.

Tongkat estafet kemudian berpindah ke tangan Patrick Kluivert, legenda Belanda yang datang bersama jajaran pelatih top Eropa. Harapan pun melangit. Namun, hasil di lapangan tak seindah narasi di atas kertas.

Dari delapan laga, Indonesia hanya mencatat tiga kemenangan, satu imbang, dan empat kekalahan—dihajar habis oleh Jepang, Australia, hingga Irak.

Baca Juga :  MSFA Tembus ke Road to Piala Soeratin Banten 2025 Usai Juara C-League U15!

Secara statistik, Garuda kebobolan 15 gol dan hanya mampu mencetak 11. Permainan yang diharapkan penuh progres malah terasa kehilangan arah.

Semangat juang masih menyala, tapi strategi dan konsistensi tampak memudar di tengah tekanan level Asia.

Kini, babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 resmi menutup kisah penuh luka itu. Garuda harus kembali menata sayap—menyusun ulang mimpi yang sempat retak di tanah Arab.

Sebab meski gagal kali ini, setiap jatuhnya Garuda selalu mengajarkan satu hal: bahwa mimpi besar tak pernah benar-benar mati, hanya menunggu waktu untuk kembali terbang lebih tinggi. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB