Evaluasi Pemilu, Ketua AIPI Semarang Tegaskan Pilkada Lewat DPRD Sebagai Langkah Mundur Demokrasi

- Penulis

Senin, 23 Desember 2024 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Kota Semarang saat memberikan sambutan

Ketua Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Kota Semarang saat memberikan sambutan "Evaluasi Pemilu dan Pilkada 2024 dan Proyeksi Mendatang" kerja sama Bawaslu-AIPI Semarang bertempat di Hotel Santika Semarang, Sabtu (21/12/24) akhir pekan lalu

SUARAMUDA, SEMARANG — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI bekerja sama dengan Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Kota Semarang belum lama ini menggelar “Evaluasi Pemilu dan Pilkada 2024 dan Proyeksi Mendatang” bertempat di Hotel Santika Semarang, Sabtu (21/12/24) akhir pekan lalu.

Di sela-sela acara yang dihadiri 300 mahasiswa se-Kota Semarang itu, pengamat politik Universitas Diponegoro, Nur Hidayat Sardini menegaskan, usulan kepala daerah kembali dipilih oleh DPRD sebagai kemunduran demokrasi di Indonesia.

Sosok yang karib disapa NHS berharap, pemilu tetap bersifat inklusif dan melibatkan semua pihak. Hal itu menurutnya sejalan dengan prinsip “one man, one value”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini siklusnya, selalu ada perdebatan seperti ini, kalau ada pembahasan undang-undang pemilu pasti akan ada seperti ini, apakah pemilihan kepala daerah itu lewat DPRD itu menguntungkan atau merugikan, “papar NHS.

Baca Juga :  BARESKA Kwarcab Padang Pariaman Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak Banjir di Nagari Ulakan

Ia menambahkan, dengan cara pemilihan langsung seperti sekarang ini nilai kedaulatan juga beda dibandingkan dengan jika kepala daerah dipilih lewat DPRD.

Pembukaan “Evaluasi Pemilu dan Pilkada 2024 dan Proyeksi Mendatang” kerja sama Bawaslu-AIPI Semarang bertempat di Hotel Santika Semarang, Sabtu (21/12/24) akhir pekan lalu

Hal itu, karena dalam pilada langsung, semua orang memilih dalam prinsip “one person one vote and one value”. (Satu orang memilih satu suara).

“Nah kalau lewat DPRD kan eksklusif, memilih tapi oleh orang tertentu. Apakah rakyat tidak memberontak? Ya memberontak juga,” katanya.

Pilkada langsung punya kedaulatan

NHS juga menegaskan bahwa pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat memiliki kedaulatan yang jauh lebih besar.

Jika yang dikeluhkan adalah biayanya mahal, perlu ada solusi untuk membuatnya lebih efisien secara biaya. Maka, pemungutan suara dengan teknologi IT bisa menjadi solusi.

“Saya pernah ke Ekuador. Di sana itu ya satu orang itu cukup datang ke TPS mengganti struk ya lalu dipindai sampai ke nasional. Jadi tidak perlu ada PPS, tidak perlu ada PPK, ndak perlu KPU kabupaten kota nggak perlu KPU provinsi, tapi kedaulatannya lebih besar daripada di DPRD, “ungkapnya.

Baca Juga :  Bingung Cari Tempat Magang? Sini, Joint Bareng Suara Muda Aja!

Ia juga kembali menanyakan adanya fenomena pertarungan di level DPRD. IT dikatakan bersifat auditable sehingga NHS mendorong Bawaslu untuk terus bertransformasi, tidak hanya ahli kasat mata, tapi juga ahli IT.

Ia menegaskan, berlangsungnya Pilkada setiap lima tahun sekali merupakan penerapan penting dalam demokrasi. Karena dinilai bisa memberikan nilai bagi setiap individu masing-masing.

Untuk diketahui, NHS adalah Ketua AIPI Kota Semarang. Dan kegiatan “Evaluasi Pemilu dan Pilkada 2024 dan Proyeksi Mendatang” adalah program kegiatan kesekian kalinya di tahun politik 2024. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?
Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok
Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!
Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Hadiri Perayaan Syukur Ulang Tahun Vihara Maitreya Makassar Bertajuk “Simfoni Cahaya”
Gandeng APRI, Bupati Aceh Selatan Komit Usulkan WPR Tahun 2026
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:38 WIB

Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:30 WIB

Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:46 WIB

Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran

Berita Terbaru