Dorong Semarang Jadi Titik Temu Peradaban Dunia, Direktur Sino-Nusantara Institute: Gass!

- Penulis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 09:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Sino-Nusantara Institute Ahmad Syaifuddin Zuhri (batik biru) saat menjelaskan benang merah jalur sutra maritim dihadapan Ketua Komisi B Joko Widodo dan Kepala Disbudpar Kota Semarang R. Wing Wiyarso Poespojoedho, S.Sos., M.Si saat pembukaan The Maritime Silk Road Exhibition di Gedung Oudetrap, kawasan Kota Lama. (Foto: suaramuda.net)

Direktur Sino-Nusantara Institute Ahmad Syaifuddin Zuhri (batik biru) saat menjelaskan benang merah jalur sutra maritim dihadapan Ketua Komisi B Joko Widodo dan Kepala Disbudpar Kota Semarang R. Wing Wiyarso Poespojoedho, S.Sos., M.Si saat pembukaan The Maritime Silk Road Exhibition di Gedung Oudetrap, kawasan Kota Lama. (Foto: suaramuda.net)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Saat ini Pemerintah Kota Semarang sedang melangsungkan gelaran lanskap Semarang Kota Pelabuhan lewat pameran bertajuk Jalur Sutra Maritim yang diselenggarakan di Gedung Oudetrap, Kota Lama, Semarang sejak 3 hingga 8 Oktober 2025.

Direktur Sino-Nusantara Institute Ahmad Syaifuddin Zuhri mendorong agar Kota Semarang terus menguatkan perannya sebagai pusat peradaban dunia melalui pengembangan wisata heritage berbasis Jalur Sutra Maritim.

Peta rangkaian jalur sutra maritim saat pameran di Gedung Oudetrap, kawasan Kota Lama. (Foto: suaramuda.net)

Menurut Zuhri, panggilan akrabnya, posisi strategis Semarang sebagai kota pelabuhan menjadi simpul penting perdagangan dan pertukaran budaya, termasuk kehadiran rombongan kapal di bawah komando Laksamana Ceng Ho.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peran historis tersebut perlu terus diperkuat melalui kegiatan pameran, promosi budaya, dan pengembangan destinasi wisata tematik yang terhubung dengan sejarah jalur sutra maritim.

“Semarang bukan hanya kota pelabuhan. Lebih dari itu, Semarang adalah titik temu peradaban. Maka, pameran ini bisa kita maknai sebagai momen penting untuk memperkenalkan warisan sejarah. Harapannya, ke depan bisa membuka peluang kerja sama internasional baik dalam bidang pariwisata, budaya, hingga bisnis dan investasi, ”ujar Zuhri, Selasa (7/10/2025).

Baca Juga :  Refleksi 75 Tahun Hubungan RI-Tiongkok, Direktur Sino-Nusantara Institute Tekankan People-to-People Diplomacy

Kota Semarang, imbuhnya, juga telah secara resmi menjadi bagian dari City Alliance Maritime Silk Road (CAMSR) atau Aliansi Kota Pelestarian Budaya Konservasi Jalur Sutera Maritim yang berbasis di Guangzhou, China.

“Jadi, event ini bisa memperkuat, memperteguh, jalinan kerja sama dan membangun trust. Mudah-mudahan, kota maritim ini juga bisa menjadi lanmark Kota Semarang ke depan, “tambahnya.

Direktur Sino-Nusantara Institute Ahmad Syaifuddin Zuhri (batik biru) saat menjelaskan benang merah jalur sutra maritim dan kapal Ceng Ho dihadapan Ketua Komisi B Joko Widodo dan Kepala Disbudpar Kota Semarang R. Wing Wiyarso Poespojoedho, S.Sos., M.Si saat pembukaan The Maritime Silk Road Exhibition di Gedung Oudetrap, kawasan Kota Lama. (Foto: suaramuda.net)

Lewat lembaga pengkajian, konsultan dan jejaring yang dipimpinnya, Zuhri siap mendukung kebijakan pemerintah kota dalam memperkuat kawasan heritage.

Pimpinan lembaga Sino-Nusantara Institute yang menjadi kurator dan salah satu kolaborator dalam pameran yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkot Semarang ini memberikan gambaran bahwa
ke depan Kota Semarang bisa mewujudkan museum Maritim Laksamana Ceng Ho serta pemgembangan Kawasan Pecinan yang kemudian dipoles menjadi China Town.

Baca Juga :  Ketika Gelar Tak Lagi Menjamin: Fenomena Pengangguran Sarjana di Indonesia

“Jadi, lebih tertata, rapi, dan mempunyai value. Spot-spot ini diharapkan bisa menjadi pusat edukasi, diplomasi budaya, sekaligus destinasi unggulan di Kota Semarang, “ujarnya.

Direktur Sino-Nusantara Institute yang juga dosen FISIP UIN Walisongo Semarang ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat turut menjaga dan mempromosikan kekayaan budaya Kota Semarang.

Sebagai informasi, event The Maritime Silk Road Exhibition ini berlangsung 3–8 Oktober 2025. Di dalamnya ada pertunjukan budaya, pameran sejarah, hingga replika artefak peninggalan Laksamana Cheng Ho. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?
Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?
Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok
Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun
Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!
Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:08 WIB

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WIB

Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:38 WIB

Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB