SETENGAHDUA: Separuh Musik, Separuh Perlawanan dari Hati

- Penulis

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 08:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Band SETENGAHDUA resmi terbentuk pada bulan Januari 2024 di Cirebon, Jawa Barat. Dengan latar belakang musik yang beragam, SETENGAHDUA membawakan genre alternatif yang dipengaruhi oleh band-band terkenal seperti Paramore, My Chemical Romance, Efek Rumah Kaca, Muse, Bring Me The Horizon, The Beatles, Coldplay, dan Keane.

Menurut Budink Rahardian, founding father sekaligus bassis SETENGAHDUA, musik adalah cara mereka melampiaskan emosi dan berekspresi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Lewat musik kita bisa melampiaskan rasa sakit, marah, rindu dan bahagia. Banyak hal sulit diucapkan dengan kata biasa tapi meledak lewat nada dan lirik,” ujarnya.

SETENGAHDUA memiliki sound khas yang membedakannya dari band lain. Dengan lirik lagu puitis penuh luka tapi powerful, musik mereka adalah perpaduan antara luka yang dinyanyikan dan perlawanan yang diteriakkan bersama-sama.

Personil SETENGAHDUA terdiri dari Budink Rahardian (Bass, Founding Father), Risna (Gitar/Lead), Eyhis (Vokal), dan Ady Bombom (Drum). Mereka ingin meninggalkan jejak keren lewat karya, bukan sekedar dikenal sesaat.

SETENGAHDUA berharap dapat membuat lagu yang bisa menjadi soundtrack hidup banyak orang bahkan setelah bertahun-tahun.

Baca Juga :  CEO Telegram Pavel Durov Akan Wariskan Hartanya Kepada 100 Anak

Bagi SETENGAHDUA, kesuksesan bukan hanya soal popularitas tapi meninggalkan jejak lewat karya dan panggung yang otentik.

Mereka berencana merilis karya baru dan membangun pengalaman lewat panggung dan stage yang membawa nama mereka dari gigs indie menuju stage industri musik nasional.

SETENGAHDUA baru saja merilis single “Matikan Rasa” pada tanggal 31 Januari 2025, yang bercerita tentang luka, penghianatan, dan penantian yang berakhir sia-sia. “Matikan Rasa” adalah simbol ketegaran dan kekuatan untuk terus bertahan dan melawan keadaan.

Dengan musik yang mereka ciptakan, SETENGAHDUA berharap dapat menjadi bagian dari perjalanan hidup pendengar dan memberi dampak positif bagi mereka.

Bagi SETENGAHDUA, kesuksesan bukan hanya milik mereka tapi milik semua jiwa yang berani hidup apa adanya.

Mereka berharap para penggemar dapat merasa menjadi bagian dari SETENGAHDUA, menemukan dirinya dalam lagu-lagu mereka, sebab SETENGAHDUA hanya separuh, setengahnya lagi adalah fans/penggemar.

SETENGAHDUA juga ingin membangun koneksi yang lebih dekat dengan penggemar mereka, melalui konser-konser yang intim dan interaksi di media sosial.

Mereka percaya bahwa musik dapat menjadi sarana untuk menghubungkan orang-orang dan membawa mereka lebih dekat satu sama lain.

Baca Juga :  Ruzan & Vita Merayakan 20 Tahun Cinta dengan Album Pop Blues "Pesta Rock n Roll"

Dengan demikian, SETENGAHDUA berharap dapat meninggalkan jejak yang abadi di industri musik Indonesia.

Dalam waktu dekat, SETENGAHDUA akan merilis lagu kedua mereka dengan judul “Senandung Rindu“.

Lirik lagu ini bercerita tentang kerinduan mendalam pada momen pertama bertemu dengan seseorang yang sangat dicintai.

Ada janji untuk bersama-sama melewati suka duka, sampai batas ujung usia mereka. Lagu ini adalah ungkapan cinta dan janji setia penuh pengabdian bernuansa nostalgia.

Terinspirasi dari Ibu dan Bapak saya sendiri (Budink), mereka masih tetap selalu romantis dan bahagia bahkan sampai saat ini.

Akhirnya saya sadar bahwa mungkin cintanya memang sudah habis dan yang tersisa adalah kebiasaan empati, saling ketergantungan satu sama lain. Untuk sampai di titik seperti ini, mungkin sudah melewati jutaan kali maaf dan memaafkan.

Dengan “Senandung Rindu“, SETENGAHDUA berharap dapat menyentuh hati pendengar dan menjadi pengingat akan kenangan-kenangan indah yang pernah ada. (***)

More info (SETENGAHDUA)

Instagram: https://www.instagram.com/setengahduaofficial?igsh=OXZsbmdvd2F6ZzNs

Youtube: https://m.youtube.com/@SETENGAHDUAOFFICIAL

Tiktok: https://www.tiktok.com/@setengah_duaofficial

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa
Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan
Cerita di Balik ‘Too Late to Hold On’, Lagu yang Menandai Kebangkitan Lysa Belmar
Pacaran Remaja: Antara Ekspresi Kasih Sayang dan Jerat Pelanggaran
Lulus Kuliah Tapi Susah Dapat Kerja: Salah Gen Z atau Pasar Kerjanya?
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:14 WIB

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:35 WIB

Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:36 WIB

GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB