CEO Telegram Pavel Durov Akan Wariskan Hartanya Kepada 100 Anak

- Penulis

Sabtu, 21 Juni 2025 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

CEO Telegram Pavel Durov. (Foto: CNN Indonesia)

CEO Telegram Pavel Durov. (Foto: CNN Indonesia)

SUARAMUDA, SEMARANG — Founder dan CEO Telegram Pavel Durov berencana mewariskan kekayaannya kepada 100 anaknya.

Dilansir CNN, Taipan teknologi kelahiran Rusia ini mengungkapkan, hartanya akan dibagi kepada enam anak dari hasil hubungan dengan sejumlah wanita dan sejumlah anak lainnya yang ia lahirkan melalui donor sperma.

Dalam sebuah wawancara luas yang diterbitkan majalah politik Prancis, Le Point, Kamis (19/6/2025) Durov mengungkapkan bahwa ia tidak membedakan antara anak-anaknya yang sah dari tiga wanita yang berbeda dan mereka yang dikandung dari sperma yang disumbangkannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mereka semua adalah anak-anak saya dan akan memiliki hak yang sama! Saya tidak ingin mereka saling mencabik-cabik satu sama lain setelah kematian saya,” ujarnya, dikutip dari CNN.

Durov sendiri mengaku dirinya baru saja menulis surat wasiat.

Durov mengungkapkan jumlah anak biologisnya di media sosial tahun lalu. Dia menceritakan seorang dokter mengatakan kepadanya bahwa warga memiliki “tugas kewarganegaraan” untuk menyumbangkan “bahan donor berkualitas tinggi.

Baca Juga :  Waykambang Edupark, Destinasi Wisata Ramah Alam di Kawasan Perbukitan Blado, Batang, Jawa Tengah

Ia lantas menjadi donor sperma selama 15 tahun.

Menurut Bloomberg, Durov memiliki kekayaan sekitar US$13,9 miliar. tetapi dia menolak perkiraan tersebut dan menyebutnya sebagai “teoritis.”

“Karena saya tidak menjual Telegram, tidak masalah. Saya tidak memiliki uang ini di rekening bank. Aset likuid saya jauh lebih rendah – dan itu tidak berasal dari Telegram: aset tersebut berasal dari investasi saya di bitcoin pada tahun 2013,” ujar Durov kepada Le Point.

Durov memutuskan bahwa anak-anaknya tidak akan memiliki akses ke kekayaannya hingga jangka waktu 30 tahun, terhitung sejak hari ini.

“Saya ingin mereka hidup seperti orang normal, membangun diri mereka sendiri, belajar untuk percaya diri, mampu berkreasi, tidak bergantung pada rekening bank, “jelasnya.

“Saya ingin menegaskan bahwa saya tidak membeda-bedakan anak-anak saya: ada yang dikandung secara alami dan ada yang berasal dari sumbangan sperma saya,” katanya.

Ketika ditanya mengapa ia baru menulis surat wasiatnya sekarang, Durov mengatakan pekerjaannya memiliki risiko dan membuatnya memiliki banyak musuh.

Baca Juga :  Tanpa Damkar Air Torn Pun Jadi, Warnai Momen Kelulusan kelas VI di SDN Kertamukti

“Pekerjaan saya mengandung risiko – membela kebebasan membuat Anda memiliki banyak musuh, termasuk di dalam negara yang berkuasa, ” ungkapnya.

“Saya ingin melindungi anak-anak saya, dan juga perusahaan yang saya dirikan, Telegram. Saya ingin Telegram selamanya tetap setia pada nilai-nilai yang saya pertahankan,” terangnya.

Telegram, yang memiliki lebih dari satu miliar pengguna bulanan, dikenal dengan enkripsi tingkat tinggi dan pengawasan yang terbatas terhadap apa yang dikirim oleh para penggunanya.

Tahun lalu, Durov ditangkap di Paris atas tuduhan yang berkaitan dengan sejumlah kejahatan, termasuk tuduhan bahwa platformnya terlibat dalam membantu para pelaku pencucian uang, pengedar narkoba, dan orang-orang yang menyebarkan pornografi anak.

Durov, yang merupakan pemegang saham tunggal Telegram, membantah tuduhan tersebut, yang disebutnya “tidak masuk akal”.

“Hanya karena para penjahat menggunakan layanan pesan kami di antara banyak layanan lainnya, tidak membuat mereka yang menjalankannya menjadi penjahat,” katanya kepada majalah Prancis tersebut. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Menyulam Kebhinekaan dalam Irama Borneo
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Jumat, 11 September 2026 - 13:22 WIB

TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB