Begini Kisah Firaun, Si Pencipta Pajak di Dunia

- Penulis

Minggu, 21 September 2025 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Raja Firaun / (sumber: pinterest)

Ilustrasi Raja Firaun / (sumber: pinterest)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Kalau sekarang kamu sering ngeluh soal pajak, ternyata praktik itu udah ada sejak ribuan tahun lalu, lho!

Banyak catatan sejarah menyebutkan bahwa pajak sudah berlaku di Mesir Kuno ketika negeri itu dipimpin para Firaun.

Menurut Will Durant (1935) dalam The Story of Civilization, masyarakat Mesir sekitar 3000–2000 SM sudah kenal pungutan hasil bumi, ternak, dan tenaga kerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pajak ini dipakai buat membiayai pembangunan piramida, kuil, sampai menjaga ketertiban sosial.

Apa aja sih yang dipajakin?

Mulai dari gandum, tekstil, ternak, bahkan tenaga kerja. Menariknya, Firaun pakai sistem penyesuaian, alias pajak disesuaikan dengan kemampuan.

Ladang yang subur dengan panen melimpah kena pajak lebih tinggi, sementara lahan kering dapat beban lebih ringan (Mieroop, 2015).

Baca Juga :  Peluncuran Single Pertama "Sahabat Bintang" dari Suara Mungil Gemintang Adam di Kandank Jurank Doank

Sistem ini bikin rakyat Mesir harus kerja ekstra supaya penghasilan mereka nggak habis dipotong pajak.

Tapi di sisi lain, pajak berhasil bikin kas negara Firaun penuh. Uangnya dipakai buat pembangunan infrastruktur megah yang masih bisa kita lihat sampai sekarang.

Fenomena Pajak di Peradaban Selanjutnya

Selain Mesir, praktik pajak juga udah ada di Mesopotamia sekitar 2300 SM. Raja Sumeria saat itu memungut pajak dalam bentuk hasil bumi, ternak, bahkan bir!

Catatan hukum kuno seperti Code of Hammurabi (1754 SM) memuat aturan soal pungutan dan kewajiban rakyat terhadap penguasa (Kramer, 1963).

Jadi, kalau kamu kira pajak itu ide baru, ternyata udah jadi bagian hidup orang sejak ribuan tahun lalu.

Baca Juga :  Satu Orang Indonesia Masuk Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh dalam AI TIME 2024, Serius engga nih?

Nggak berhenti di situ, Romawi Kuno juga terkenal dengan sistem pajaknya yang super rapi. Mereka bahkan punya petugas khusus bernama publicani yang tugasnya mirip “kolektor pajak modern”.

Pajak di Romawi dipakai buat biayain tentara, pembangunan jalan, sampai hiburan rakyat di Colosseum (Jones, 1974). Jadi bisa dibilang, sistem pajak ala Firaun menginspirasi banyak kerajaan lain buat bikin mekanisme serupa sesuai kebutuhan mereka.

Nggak heran, warisan pungutan ala Firaun ini kemudian diadopsi banyak kerajaan dan akhirnya jadi dasar sistem pajak modern yang kita kenal hari ini (Adam Smith, 1776/1994). (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Menyulam Kebhinekaan dalam Irama Borneo
Berita ini 39 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Jumat, 11 September 2026 - 13:22 WIB

TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB