Sejarah dan Makna Maulid Nabi Muhammad SAW yang Jarang Dibahas!

- Penulis

Jumat, 5 September 2025 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Setiap bulan Rabiul Awal, umat Islam di berbagai belahan dunia ramai memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Perayaan ini bukan hanya soal tabuhan rebana, syair shalawat, atau suguhan nasi berkat. Ada sejarah panjang dan makna mendalam di balik tradisi yang sudah berusia ratusan tahun ini.

Menurut Syamsuddin (2019: 45), peringatan Maulid Nabi pertama kali populer pada era Dinasti Fatimiyah di Mesir sekitar abad ke-10.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Awalnya, perayaan ini digelar sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal.

Baca Juga :  FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Dari Mesir, tradisi ini kemudian menyebar ke berbagai negeri Muslim. Di Indonesia, Maulid bahkan diwarnai dengan kearifan lokal: ada grebeg di Yogyakarta, sekaten di Solo, hingga tradisi bagodak di Kalimantan (Hasan, 2005: 122).

Lalu, apa arti penting Maulid Nabi bagi kita sekarang? Pertama, ia menjadi momentum untuk mengingat kembali ajaran Rasulullah: akhlak mulia, kepedulian sosial, dan semangat persatuan.

Seperti ditulis Annemarie Schimmel (1985: 67), Maulid adalah media efektif untuk menanamkan kecintaan umat pada Nabi. Kedua, Maulid jadi “reminder” bahwa Islam bukan hanya ibadah ritual, tapi juga hadir membawa kedamaian dan rahmat bagi semesta.

Baca Juga :  Di Jakarta, Februari 2025, Sharp Merilis Dua Ponsel Pintar Terbaru Sekaligus

Ketiga, di tengah hiruk pikuk modernitas, peringatan Maulid bisa jadi ruang spiritual untuk menenangkan hati sekaligus memperkuat ikatan sosial.

Jadi, Maulid Nabi bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah panggilan untuk meneladani sosok yang berhasil mengubah peradaban dengan cinta dan kasih sayang.

Kalau direnungkan lebih dalam, Maulid bisa jadi momen recharge spiritual—bukan hanya bagi umat Islam, tapi juga inspirasi universal untuk seluruh umat manusia. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Berita ini 16 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 09:20 WIB

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Berita Terbaru

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. (Gambar: Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

KABAR NUSANTARA

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:44 WIB

LINTAS AKADEMIKA

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Minggu, 27 Sep 2026 - 09:20 WIB