Pati Bergerak: Petisi Rakyat Menolak Kepemimpinan Otoriter

- Penulis

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 23:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sudewo/ gambar: istimewa

Bupati Sudewo/ gambar: istimewa

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Tanggal 13 Agustus 2025 menjadi titik penting dalam perjalanan politik Pati. Dan paska demo besar-besaran, rakyat akhirnya menindaklanjuti dengan sebuah petisi “Pati Bergerak”,—sebuah desakan moral sekaligus politik agar DPRD benar-benar menjalankan tugas konstitusionalnya: memproses pemakzulan Bupati Sudewo.

Selama ini, kepemimpinan Sudewo dinilai banyak kalangan sarat dengan arogansi. Ucapan-ucapan yang dianggap menantang rakyat, gaya intimidatif terhadap lawan kebijakan, hingga praktik mutasi dan pemecatan pegawai tanpa alasan jelas, menimbulkan ketakutan sekaligus kemarahan. Lebih dari itu, cara otoriter yang digunakan untuk menekan instansi pemerintahan dianggap mengikis prinsip demokrasi di tingkat daerah.

Di tengah situasi itu, masyarakat Pati menemukan satu kata kunci: melawan dengan cara konstitusional. Caranya adalah mengawal kerja DPRD, yang setelah demo besar-besaran telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) Pemakzulan.

Tiga Tuntutan Rakyat

Petisi “Pati Bergerak” menyuarakan tiga tuntutan pokok kepada DPRD:
1. Akses informasi dibuka selebar-lebarnya. Pansus tidak boleh berjalan di balik pintu tertutup, sebab rakyat berhak tahu setiap perkembangan.
2. Proses tidak boleh berhenti di tengah jalan. Pansus harus ditindaklanjuti hingga ke mekanisme pemakzulan sesuai undang-undang.
3. DPRD harus berpihak pada rakyat. Petisi ini menolak DPRD dijadikan alat kompromi politik elit.

Intinya, pemakzulan ini tidak semata persoalan kursi kekuasaan, melainkan martabat masyarakat Pati.

Gerakan yang Melampaui Formalitas

Dalam isi petisi, rakyat Pati juga menegaskan bahwa mereka tidak ingin Pansus hanya menjadi formalitas politik. Harus ada langkah nyata, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Petisi ini juga mengingatkan agar jangan ada kompromi atau permainan politik yang melemahkan proses pemakzulan.

Baca Juga :  Puncak Arus Balik Nataru 2024/2025 di Tol Sumut Capai Ratusan Ribu Kendaraan

“Pati Bergerak” menunjukkan bahwa rakyat bukan sekadar penonton dalam drama politik lokal, melainkan subjek utama. Jika DPRD abai, legitimasi wakil rakyat sendiri yang akan dipertaruhkan.

Demokrasi Lokal Diuji

Apa yang terjadi di Pati hari ini adalah ujian demokrasi di tingkat lokal. Masyarakat telah berbicara lewat suara kolektif, kini bola berada di tangan DPRD. Apakah mereka akan menunaikan tugas konstitusional, atau justru terjebak dalam tarik-menarik kepentingan politik?

Petisi ini menegaskan satu hal: kehendak rakyat tidak bisa dibungkam. “Pati Bergerak” adalah bukti bahwa di balik kesunyian kabupaten agraris, ada denyut perlawanan terhadap kepemimpinan yang arogan. Dan sebagaimana sejarah mencatat, sekali rakyat bergerak, sulit bagi kekuasaan manapun untuk menghentikannya. (Red)

Ali Achmadi, Praktisi Pendidikan, Pemerhati Masalah Sosial, Tinggal di Pati.

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun
Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”
Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa
Semarang Makin Dilirik, Wacana Badan Pariwisata Kembali Menguat
Hotel Hyatt Place Segera Hadir di Semarang, Pearl of Java Makin Bergengsi!
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Bikin Kecewa, Gak Pernah Muncul Saat Demo Mahasiswa!
Grebeg Pakujoyo Meriahkan Perayaan Tahun Baru Islam di Gayamsari
Hi, Warga Semarang! New Pasar Maling Kini Kembali Buka di Pasar Johar
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:14 WIB

Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:20 WIB

Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:06 WIB

Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:09 WIB

Semarang Makin Dilirik, Wacana Badan Pariwisata Kembali Menguat

Minggu, 21 Juni 2026 - 01:07 WIB

Hotel Hyatt Place Segera Hadir di Semarang, Pearl of Java Makin Bergengsi!

Berita Terbaru