SUARAMUDA.NET, YOGYAKARTA — Kabar gembira datang dari dunia pendidikan Islam Indonesia. Dalam dinamika transformasi teknologi yang begitu cepat, hadir sebuah karya inspiratif yang menawarkan nafas baru dalam menyampaikan ajaran Islam di era digital.
Buku berjudul “Paradigma Pendidikan Agama Islam di Era Transformasi Digital” menjadi wujud nyata kontribusi intelektual kader muda Muhammadiyah, Nashrul Mu’minin, bekerja sama dengan sejumlah akademisi nasional.
Buku setebal lebih dari 300 halaman ini resmi diterbitkan oleh PT Penerbit Naga Pustaka pada tanggal 16 Agustus 2025 dan telah terdaftar di IKAPI dengan nomor ISBN 978-634-7346-07-0.
Kehadiran buku ini tidak hanya menjadi penanda semangat literasi keislaman yang tak pernah padam, tetapi juga menjadi respon cerdas atas tantangan zaman.
Di tengah derasnya arus digitalisasi yang menyentuh hampir seluruh lini kehidupan, termasuk pendidikan agama, buku ini hadir sebagai oase pemikiran dan aksi.
Penulis menyajikan pembaruan paradigma dalam menyampaikan nilai-nilai Islam dengan pendekatan yang tidak hanya berpijak pada dalil-dalil klasik dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, namun juga memperhatikan kultur digital dan pola pikir generasi muda masa kini.
Buku ini memulai narasinya dengan menelaah makna dasar serta karakteristik Pendidikan Agama Islam (PAI) yang ideal—yakni pendidikan yang tidak hanya mentransfer ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter muslim sejati yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Dalam konteks digitalisasi, PAI dituntut untuk adaptif, komunikatif, dan tetap kontekstual agar tetap relevan bagi generasi yang tumbuh bersama gadget, media sosial, dan kecerdasan buatan.
Penulis menggambarkan transformasi digital sebagai peluang besar yang harus direspon dengan strategi dan metode baru yang tetap mengakar pada nilai-nilai Islam.
Secara sistematis, buku ini membedah perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, terutama bagaimana teknologi telah menggeser cara guru mengajar dan cara siswa belajar.
Interaksi guru dan peserta didik kini tak lagi terbatas di ruang kelas fisik, melainkan juga terjadi secara virtual melalui berbagai platform pembelajaran digital.
Penulis menekankan pentingnya membekali guru dengan literasi TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) agar mampu merancang pembelajaran digital yang interaktif, personal, dan bermakna.
Model-model seperti blended learning, flipped classroom, serta e-learning berbasis nilai Islam menjadi bagian dari strategi yang ditawarkan.
Lebih dari itu, buku ini juga menaruh perhatian besar terhadap ekosistem digital yang saat ini menjadi habitat utama generasi muda. Penulis menekankan pentingnya membangun budaya literasi digital yang beretika, sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Konten Keislaman yang kredibel, penyaringan informasi digital, serta upaya menangkal radikalisme dan hoaks menjadi isu penting yang dibahas secara aplikatif.
Pendidikan karakter berbasis digital menjadi urgensi baru dalam membentuk kepribadian anak bangsa di era algoritma dan artificial intelligence.
Yang membuat buku ini istimewa adalah keberanian penulis dalam mengangkat isu-isu kontemporer yang dekat dengan realitas pelajar dan mahasiswa. Tema-tema seperti degradasi moral akibat media sosial, krisis identitas digital, serta perlunya integrasi Al-Qur’an dan hadis dalam pembelajaran daring diulas secara mendalam.
Konsep-konsep pembelajaran Islam di dunia maya tidak hanya dibingkai secara teoritis, tetapi juga disertai langkah-langkah praktis yang dapat diadaptasi oleh pendidik, orang tua, maupun pengambil kebijakan.
Dalam proses penyusunannya, Nashrul Mu’minin tidak bekerja sendiri. Ia berkolaborasi dengan sejumlah akademisi seperti Lely Nur Hidayah Syafitri, Ardi Azhar Nampira, Mursyidi, dan Arnes Yuli Vandika.
Penyuntingan dilakukan oleh Amelia Charolina yang mengedepankan profesionalisme dalam menjaga kualitas naskah. Sementara penerbitan ditangani oleh PT Penerbit Naga Pustaka yang bermarkas di Bekasi Utara dan memiliki cabang aktif di Yogyakarta.
Hal ini menunjukkan bahwa karya ini bukan sekadar produk individu, tetapi merupakan hasil gotong royong intelektual dari berbagai pihak yang peduli terhadap kemajuan pendidikan Islam di era digital.
Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Paradigma Pendidikan Agama Islam di Era Transformasi Digital adalah simbol tajdid atau pembaruan dalam tradisi Muhammadiyah, yang senantiasa relevan dengan semangat zaman.
Buku ini merepresentasikan suara generasi muda Muhammadiyah yang tidak hanya cakap dalam teknologi, tetapi juga memiliki visi besar dalam membangun peradaban Islam melalui pendidikan.
Sebagai karya ilmiah dan edukatif, buku ini sangat layak menjadi referensi utama bagi guru PAI, dosen, mahasiswa, orang tua, dan siapa pun yang memiliki perhatian terhadap pendidikan Islam yang adaptif dan transformatif.
Bagi masyarakat yang tertarik untuk memiliki buku ini atau ingin menggali lebih jauh kontennya, informasi selengkapnya dapat diakses melalui laman resmi penerbit di https://nagapustaka.store/product/paradigma-pendidikan-agama-islam-di-era-transformasi-digital/
atau melalui Instagram @nagapustaka_penerbit.
Karya ini bukan sekadar bacaan biasa, melainkan ajakan untuk bersama-sama membangun masa depan pendidikan Islam yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga kuat dalam nilai dan akhlak. (Red)