Dari Lamongan untuk Indonesia: Kader Muhammadiyah Tawarkan Wajah Baru PAI Digital

- Penulis

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 05:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, YOGYAKARTA — Kabar gembira datang dari dunia pendidikan Islam Indonesia. Dalam dinamika transformasi teknologi yang begitu cepat, hadir sebuah karya inspiratif yang menawarkan nafas baru dalam menyampaikan ajaran Islam di era digital.

Buku berjudul “Paradigma Pendidikan Agama Islam di Era Transformasi Digital” menjadi wujud nyata kontribusi intelektual kader muda Muhammadiyah, Nashrul Mu’minin, bekerja sama dengan sejumlah akademisi nasional.

Buku setebal lebih dari 300 halaman ini resmi diterbitkan oleh PT Penerbit Naga Pustaka pada tanggal 16 Agustus 2025 dan telah terdaftar di IKAPI dengan nomor ISBN 978-634-7346-07-0.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran buku ini tidak hanya menjadi penanda semangat literasi keislaman yang tak pernah padam, tetapi juga menjadi respon cerdas atas tantangan zaman.

Di tengah derasnya arus digitalisasi yang menyentuh hampir seluruh lini kehidupan, termasuk pendidikan agama, buku ini hadir sebagai oase pemikiran dan aksi.

Penulis menyajikan pembaruan paradigma dalam menyampaikan nilai-nilai Islam dengan pendekatan yang tidak hanya berpijak pada dalil-dalil klasik dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, namun juga memperhatikan kultur digital dan pola pikir generasi muda masa kini.

Buku ini memulai narasinya dengan menelaah makna dasar serta karakteristik Pendidikan Agama Islam (PAI) yang ideal—yakni pendidikan yang tidak hanya mentransfer ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter muslim sejati yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Dalam konteks digitalisasi, PAI dituntut untuk adaptif, komunikatif, dan tetap kontekstual agar tetap relevan bagi generasi yang tumbuh bersama gadget, media sosial, dan kecerdasan buatan.

Penulis menggambarkan transformasi digital sebagai peluang besar yang harus direspon dengan strategi dan metode baru yang tetap mengakar pada nilai-nilai Islam.

Baca Juga :  Apel Pagi, Syarif Hidayatullah Bagikan Kisahnya Saat Meraih Juara PAI Award 2024

Secara sistematis, buku ini membedah perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, terutama bagaimana teknologi telah menggeser cara guru mengajar dan cara siswa belajar.

Interaksi guru dan peserta didik kini tak lagi terbatas di ruang kelas fisik, melainkan juga terjadi secara virtual melalui berbagai platform pembelajaran digital.

Penulis menekankan pentingnya membekali guru dengan literasi TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) agar mampu merancang pembelajaran digital yang interaktif, personal, dan bermakna.

Model-model seperti blended learning, flipped classroom, serta e-learning berbasis nilai Islam menjadi bagian dari strategi yang ditawarkan.

Lebih dari itu, buku ini juga menaruh perhatian besar terhadap ekosistem digital yang saat ini menjadi habitat utama generasi muda. Penulis menekankan pentingnya membangun budaya literasi digital yang beretika, sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Konten Keislaman yang kredibel, penyaringan informasi digital, serta upaya menangkal radikalisme dan hoaks menjadi isu penting yang dibahas secara aplikatif.

Pendidikan karakter berbasis digital menjadi urgensi baru dalam membentuk kepribadian anak bangsa di era algoritma dan artificial intelligence.

Yang membuat buku ini istimewa adalah keberanian penulis dalam mengangkat isu-isu kontemporer yang dekat dengan realitas pelajar dan mahasiswa. Tema-tema seperti degradasi moral akibat media sosial, krisis identitas digital, serta perlunya integrasi Al-Qur’an dan hadis dalam pembelajaran daring diulas secara mendalam.

Konsep-konsep pembelajaran Islam di dunia maya tidak hanya dibingkai secara teoritis, tetapi juga disertai langkah-langkah praktis yang dapat diadaptasi oleh pendidik, orang tua, maupun pengambil kebijakan.

Baca Juga :  Wisata Karanganyar Bakal Hadirkan Kereta Gantung Modern, Mau Kayak di SkyWay Genting Malaysia?

Dalam proses penyusunannya, Nashrul Mu’minin tidak bekerja sendiri. Ia berkolaborasi dengan sejumlah akademisi seperti Lely Nur Hidayah Syafitri, Ardi Azhar Nampira, Mursyidi, dan Arnes Yuli Vandika.

Penyuntingan dilakukan oleh Amelia Charolina yang mengedepankan profesionalisme dalam menjaga kualitas naskah. Sementara penerbitan ditangani oleh PT Penerbit Naga Pustaka yang bermarkas di Bekasi Utara dan memiliki cabang aktif di Yogyakarta.

Hal ini menunjukkan bahwa karya ini bukan sekadar produk individu, tetapi merupakan hasil gotong royong intelektual dari berbagai pihak yang peduli terhadap kemajuan pendidikan Islam di era digital.

Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Paradigma Pendidikan Agama Islam di Era Transformasi Digital adalah simbol tajdid atau pembaruan dalam tradisi Muhammadiyah, yang senantiasa relevan dengan semangat zaman.

Buku ini merepresentasikan suara generasi muda Muhammadiyah yang tidak hanya cakap dalam teknologi, tetapi juga memiliki visi besar dalam membangun peradaban Islam melalui pendidikan.

Sebagai karya ilmiah dan edukatif, buku ini sangat layak menjadi referensi utama bagi guru PAI, dosen, mahasiswa, orang tua, dan siapa pun yang memiliki perhatian terhadap pendidikan Islam yang adaptif dan transformatif.

Bagi masyarakat yang tertarik untuk memiliki buku ini atau ingin menggali lebih jauh kontennya, informasi selengkapnya dapat diakses melalui laman resmi penerbit di https://nagapustaka.store/product/paradigma-pendidikan-agama-islam-di-era-transformasi-digital/
atau melalui Instagram @nagapustaka_penerbit.

Karya ini bukan sekadar bacaan biasa, melainkan ajakan untuk bersama-sama membangun masa depan pendidikan Islam yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga kuat dalam nilai dan akhlak. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harmoni Dakwah dan Seni Inklusif: BAZNAS RI Bersama Yayasan Kiblat Abinaya Semai Harapan Baru bagi Disabilitas dan Kaum Marjinal Sukoharjo
Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 09:45 WIB

Harmoni Dakwah dan Seni Inklusif: BAZNAS RI Bersama Yayasan Kiblat Abinaya Semai Harapan Baru bagi Disabilitas dan Kaum Marjinal Sukoharjo

Jumat, 25 September 2026 - 09:24 WIB

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Berita Terbaru

Ilustrasi: suaramuda.net

Sino Insight

China Pimpin BRICS 2027, Dedolarisasi Kembali Jadi Sorotan

Rabu, 30 Sep 2026 - 13:42 WIB

KILAS GLOBAL

Mengapa Greenland Penting bagi AS, Eropa, dan Masa Depan Arktik

Rabu, 30 Sep 2026 - 12:28 WIB

KABAR NUSANTARA

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:03 WIB