Vietnam Targetkan Jadi Macan Asia Baru di 2045: So, Bagaimana dengan Indonesia?

- Penulis

Jumat, 22 Agustus 2025 - 10:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi sudut kota di Vietnam (pinterest)

Ilustrasi sudut kota di Vietnam (pinterest)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Vietnam lagi pasang target gila-gilaan: jadi “macan Asia” baru di tahun 2045! Buat ngejar mimpi jadi negara makmur itu, pemerintah Vietnam nggak main-main.

Ekonominya lagi direstorasi total biar bisa tahan banting dari berbagai tantangan—mulai dari tekanan perdagangan global, jebakan middle-income trap, sampai ancaman perubahan iklim.

Ambisi ini jelas bukan asal-asalan. Vietnam ngintip sukses Korea Selatan dan Taiwan yang duluan naik level jadi “Macan Asia”. Hasilnya? Transformasi ekonomi mereka udah bikin dunia melongo. Bayangin aja, pendapatan per kapita Vietnam naik 13 kali lipat sejak 1990—dari USD 1.200 jadi USD 16.385 tahun ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekarang Vietnam udah jadi pusat manufaktur dunia dengan infrastruktur modern plus kelas menengah yang makin gede. Tapi, mereka sadar model lama berbasis ekspor dan tenaga kerja murah udah mulai nggak relevan. Kalau nggak lompat jauh, risiko kejebak middle-income trap itu nyata banget.

Baca Juga :  Mahasiswa FH Unwahas Unjuk Gigi di Hanoi Law University, Bedah Sistem Pajak Indonesia – Vietnam

Drama lain datang dari luar: Presiden AS Donald Trump sempat sewot gara-gara surplus perdagangan Vietnam-AS tembus USD 123,5 miliar pada 2024.

Bahkan Trump ngancem pasang tarif impor 46%! Untungnya bisa dinego turun, meski masih ada isu transshipment produk China lewat Vietnam.

Biar nggak ketergantungan sama pola lama, Vietnam sekarang tancap gas ke sektor masa depan: chip komputer, artificial intelligence (AI), sampai energi terbarukan.

Baca Juga :  Delegasi Santri dari Cirebon Ukir Pengalaman Berharga di Ajang Olahraga Internasional di Rusia

Mereka juga all-out bangun infrastruktur, termasuk proyek kereta cepat Utara–Selatan senilai USD 67 miliar yang bikin perjalanan Hanoi–Ho Chi Minh cuma butuh 8 jam.

Yang paling mind-blowing, Partai Komunis Vietnam lewat Resolusi 68 resmi kasih spotlight ke sektor swasta sebagai motor utama ekonomi. Dulu, panggung lebih banyak dikuasai BUMN dan perusahaan asing.

Sekarang, swasta disiapin jadi “juara nasional” dengan kemudahan akses modal, prioritas proyek pemerintah, sampai dorongan ekspansi global. Bahkan proyek strategis kayak kereta cepat pun dibuka buat swasta.

Vietnam jelas lagi nge-setup game plan buat jadi pemain besar. Pertanyaannya: siapkah dunia nyambut lahirnya macan Asia baru? Lalu, bagaimana dengan Indonesia tercinta ini? (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar
China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global
Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional
Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan
Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya
Dari Konsultasi ke Integrasi Ekonomi: Deklarasi Kazan Buka Jalan Kerja Sama Ekonomi Rusia-ASEAN
Netanyahu dan Kebijakan Kontroversial: Israel Dianggap Abaikan Hukum Internasional dan Perluas Konflik di Timur Tengah
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:02 WIB

China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:23 WIB

Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:48 WIB

Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:18 WIB

Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat

Senin, 22 Juni 2026 - 17:13 WIB

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB