Pegawai Microsoft Ribut, Demo Protes Software Dipakai Militer Israel

- Penulis

Kamis, 21 Agustus 2025 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Microsoft (gambar: pinterest)

Ilustrasi Microsoft (gambar: pinterest)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Puluhan pegawai Microsoft bikin heboh dengan menggelar aksi demo di kantor pusat Microsoft, Redmond, Washington, Amerika Serikat.

Bukan demo biasa, mereka nekat menduduki kampus timur Microsoft dan mendeklarasikan area itu sebagai “Free Zone” alias zona bebas.

Isu yang bikin panas? Mereka menolak keras kerja sama Microsoft dengan Israel. Software raksasa teknologi ini disebut-sebut dipakai militer Israel untuk operasi militer di Gaza, bahkan digunakan buat memantau pergerakan warga Palestina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Demo yang diikuti sekitar 50 orang ini nggak cuma melibatkan karyawan aktif, tapi juga mantan pegawai Microsoft. Mereka datang dengan spanduk lantang bertuliskan: “Join The Worker Intifada – No Labor for Genocide” dan “Martyred Palestinian Children’s Plaza”.

Baca Juga :  Kesepakatan Bebas Bea Masuk AS-RI Dinilai Berisiko, Pakar UI: Negara Mitra Bisa Cabut dari Indonesia

Kelompok ini menamakan dirinya “No Azure for Genocide”, menuntut agar Microsoft segera putus hubungan dengan Israel. Salah satu sosok vokal mereka, Joe Lopez, bahkan pernah bikin gempar di awal 2025 saat CEO Satya Nadella sedang pidato di acara developer tahunan Microsoft.

Lopez tiba-tiba berdiri dan teriak: “Satya, coba tunjukkan bagaimana Microsoft membunuh warga Palestina!”

Hossam Nasr, eks-karyawan Microsoft yang ikut aksi, bilang mereka terpaksa eskalasi demo karena belum ada jawaban serius dari Microsoft. Rasa marahnya makin membara setelah serangan Israel Defense Forces (IDF) menewaskan jurnalis Al Jazeera, Anas al-Sharif.

Baca Juga :  India vs Pakistan Saling Klaim Patuh pada Gencatan Senjata, Tapi ....

“Aku nonton sendiri liputannya dari Gaza. Dia terus melaporkan meski lapar, meski dibombardir. Dia jelas jadi target,” ujar Nasr, yang ternyata pernah dipecat Microsoft pada 2024 gara-gara aksi protes serupa.

Aksi ini muncul seminggu setelah Microsoft mengaku lagi melakukan investigasi independen soal penggunaan Azure di Israel. Tapi jelas, buat para pegawai yang demo ini, janji investigasi aja nggak cukup. Mereka maunya aksi nyata: Microsoft harus stop dukungan ke Israel. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB
BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 07:49 WIB

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB