PMII Desak Penegakan Hukum Tegas Kasus Penganiayaan di SMAN 1 Matauli: Sekolah Elit Bukan Taman Bagi Geng Kekerasan

- Penulis

Jumat, 15 Agustus 2025 - 01:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SIBOLGA — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sibolga-Tapanuli Tengah melontarkan kritik keras terhadap pihak SMAN 1 Matauli terkait kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh sekelompok siswa kepada salah satu pelajar.

Insiden yang menyeruak ke publik ini menjadi ironi, mengingat SMAN 1 Matauli dikenal sebagai sekolah bergengsi di Tapanuli Tengah, namun justru gagal menjamin keamanan dan pembinaan moral siswanya.

Ketua PMII Sibolga-Tapteng, Waiys Al Kahrony Pulungan, menilai bahwa kasus ini bukan sekadar persoalan kenakalan remaja, melainkan bukti nyata bobroknya pengawasan internal sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“SMAN 1 Matauli harus bertanggung jawab. Jangan sampai nama besar sekolah hanya menjadi topeng, sementara di dalamnya tumbuh subur kelompok-kelompok yang menjadikan kekerasan sebagai budaya. Sekolah sekelas ini seharusnya jadi teladan, bukan berita buruk,” tegasnya.

Baca Juga :  Wakili Indonesia, Mahasiswa Unimed Raih Emas di Kejuaraan Kickboxing Asia

PMII menilai lemahnya pengawasan telah memberi ruang bagi terbentuknya kelompok bergaya geng di lingkungan sekolah, yang kemudian berani melakukan tindakan brutal.

“Jika pihak sekolah abai, sama saja mereka turut melanggengkan kekerasan. Jangan ada lagi pembiaran yang dibungkus dengan alasan menjaga nama baik institusi. Nama baik justru hancur ketika kebenaran ditutup-tutupi,” ujarnya.

Menanggapi laporan keluarga korban yang telah menempuh jalur hukum, PMII mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak cepat dan tegas.

Baca Juga :  Raja Salman Turun Tangan! Arab Saudi Akan Temui Aliansi Bahas Nasib Palestina

“Kami ingin memastikan, tidak ada pelaku yang dilindungi hanya karena status atau latar belakang keluarganya. Polisi harus berdiri di pihak korban dan menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Ini bukan sekadar kasus perkelahian, ini adalah kejahatan yang mengancam masa depan pendidikan,” tambahnya.

PMII juga mengingatkan, kekerasan bagi Pelajar adalah ancaman serius bagi generasi muda.

“Jangan biarkan sekolah elit berubah menjadi arena premanisme berseragam. Kami akan terus memantau dan bersuara sampai korban mendapatkan keadilan, dan pihak sekolah melakukan pembenahan nyata,” tutup Waiys. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura
Jokowi Bikin Pernyataan Berani: “PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan”
Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah
Pidato di PBB, Sugiono Bawa Pesan Prabowo: Dunia Butuh Ketahanan dan Kerja Sama
Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 10:03 WIB

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Senin, 28 September 2026 - 09:29 WIB

Jokowi Bikin Pernyataan Berani: “PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan”

Minggu, 27 September 2026 - 11:44 WIB

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 September 2026 - 09:31 WIB

Pidato di PBB, Sugiono Bawa Pesan Prabowo: Dunia Butuh Ketahanan dan Kerja Sama

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Berita Terbaru

Ilustrasi: suaramuda.net

Sino Insight

China Pimpin BRICS 2027, Dedolarisasi Kembali Jadi Sorotan

Rabu, 30 Sep 2026 - 13:42 WIB

KILAS GLOBAL

Mengapa Greenland Penting bagi AS, Eropa, dan Masa Depan Arktik

Rabu, 30 Sep 2026 - 12:28 WIB

KABAR NUSANTARA

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:03 WIB