Soal Rakyat Pati Tuntut Mundur Bupati, Sekjen Gerindra Angkat Bicara!

- Penulis

Kamis, 14 Agustus 2025 - 09:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

POV: aksi demo yang diperkirakan lebih dari 50.000 massa di sekitar alun-alun Pati menuntut Bupati Sudewo mundur dari jabatannya.(foto: IG info seputar kudus)

POV: aksi demo yang diperkirakan lebih dari 50.000 massa di sekitar alun-alun Pati menuntut Bupati Sudewo mundur dari jabatannya.(foto: IG info seputar kudus)

SUARAMUDA.NET., SEMARANG – Drama politik di Pati makin memanas. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, akhirnya buka suara soal tuntutan warga yang pengin Bupati Pati, Sudewo — yang notabene kader partainya — nggak makin bikin hidup rakyat tambah berat.

Pesannya jelas: “Jangan nambah beban rakyat, dengerin aspirasi sebelum bikin kebijakan.” Itu titipan langsung dari Sugiono yang katanya udah disampaikan ke Sudewo.

Lebih dalem lagi, Sugiono ngingetin pesan bos besar Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Katanya, semua kepala daerah dari Gerindra harus mikirin suara rakyat kecil sebelum ngegas bikin kebijakan. “Partai kita lahir dari perjuangan rakyat kecil, jangan lupa sama itu,” tegas Sugiono.

Soal demo di Pati yang sempat panas, Sugiono bilang partainya terus memantau dan bersyukur karena situasi mulai adem lagi. Tapi, sepertinya adem-ademan ini belum tentu bikin warga berhenti marah.

Kenapa Warga Pati Kesal?

Herman Suparman, Direktur Eksekutif KPPOD, bilang tuntutan warga Pati itu masuk akal banget. Semua bermula dari kebijakan penyesuaian NJOP yang bikin tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) naik gila-gilaan sampai 250%!

Baca Juga :  Balada Pati: Ketika Bupati Mengajak Rakyat 'Gathering'

Bayangin aja, pajak naik segitu di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Nggak heran kalau rakyat ngamuk dan minta Sudewo mundur dari kursi bupati.

Herman juga nyentil sikap Sudewo yang dinilai nggak peka, bahkan terkesan arogan. “Harusnya, sebelum naikin pajak segede itu, dia duduk bareng rakyat, diskusi, cari solusi bareng. Bukan asal ketok palu,” ujarnya.

Intinya, drama pajak ini belum kelar. Warga Pati masih nunggu, apakah sang bupati bakal turun tangan meredam badai, atau justru tambah bensin ke api yang udah nyala. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB