Netanyahu Siapkan Langkah Mengejutkan: IDF Akan Ambil Alih Kota Gaza, Warga & Sandera Terancam

- Penulis

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PM Israel Benjamin Netanyahu/ pinterest

PM Israel Benjamin Netanyahu/ pinterest

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Kabinet keamanan Israel resmi menyetujui rencana kontroversial Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu untuk mengerahkan militer Israel (IDF) mengambil alih kendali Kota Gaza.

Keputusan ini diumumkan langsung oleh kantor kepresidenan Israel, Jumat (8/8/2025), dan menjadi babak baru dari konflik yang sudah nyaris dua tahun berlangsung.

Netanyahu mengklaim langkah ini sebagai strategi untuk “mengalahkan” Hamas. Rencananya, pasukan IDF akan menguasai Kota Gaza sembari menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga sipil di luar zona tempur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam keterangan resminya, kabinet keamanan merumuskan lima prinsip akhir perang: pelucutan senjata Hamas, pemulangan seluruh sandera baik hidup maupun tewas, demiliterisasi Jalur Gaza, kontrol keamanan penuh Israel, serta pembentukan pemerintahan sipil pengganti yang bukan dari Hamas atau Otoritas Palestina.

Baca Juga :  Lompatan Sejarah Ekonomi: Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia Resmi Tandatangani Perjanjian Perdagangan Bebas

Menurut laporan media Israel, rencana ini bisa memicu operasi militer di daerah padat penduduk yang diyakini menjadi lokasi para sandera. Hal ini menuai kekhawatiran serius, terutama dari keluarga korban.

Tekanan terhadap Netanyahu kian memuncak. Ratusan demonstran memadati sekitar kantor perdana menteri di Yerusalem, Kamis malam, menuntut kesepakatan pembebasan sandera.

“Satu-satunya cara memulangkan para sandera adalah menghentikan perang dan mengakhiri penderitaan,” tegas Sharon Kangasa-Cohen, salah satu pengunjuk rasa.

Baca Juga :  Netanyahu Belum Kapok Jadi Perdana Menteri, Kini Dia Mau Nyalon Lagi!

Netanyahu membantah Israel ingin menguasai Gaza secara permanen, mengingat wilayah itu pernah diduduki pada 1967 dan dilepaskan pada 2005.

Ia menyebut Israel hanya menginginkan “perimeter keamanan” sebelum menyerahkannya kepada “pasukan Arab” yang dinilai mampu memerintah tanpa mengancam Israel.

Namun, banyak pihak menilai operasi darat di Gaza hanya akan memicu korban jiwa lebih banyak.

“Operasi darat berarti lebih banyak kerusakan dan kematian,” ungkap Ahmad Salem, warga setempat.

Dengan konflik yang belum mereda, Gaza kini berada di persimpangan sejarah: di antara harapan pembebasan sandera dan ancaman perang yang kian meluas. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar
China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global
Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional
Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan
Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya
Dari Konsultasi ke Integrasi Ekonomi: Deklarasi Kazan Buka Jalan Kerja Sama Ekonomi Rusia-ASEAN
Netanyahu dan Kebijakan Kontroversial: Israel Dianggap Abaikan Hukum Internasional dan Perluas Konflik di Timur Tengah
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:01 WIB

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:02 WIB

China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:23 WIB

Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:48 WIB

Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:18 WIB

Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat

Berita Terbaru