Angkat Disertasi tentang Kontestasi Ideologi Islam di Media Sosial, Agus Fathuddin Yusuf Raih Gelar Doktor UIN Walisongo

- Penulis

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Agus Fathuddin Yusuf (tengah) saat foto bersama Pengurus PWNU Jateng, M. Nuh, M.Si (paling kanan), Ketua Baznas Prof. Noor Achmad (mengenakan serelan jas dan celana), Guru Besar UIN Walisongo sekaligus Promotor Prof. Ahmad Rofik (kiri) dan Direktur Sino-Nusantara Institute Syaifuddin Zuhri (paling kiri) usai sidang terbuka promosi doktor pada Jumat (4/7/2025) di Ruang Sidang Doktoral lantai 3, Kampus I UIN Walisongo Semarang. / dok istimewa

Dr. Agus Fathuddin Yusuf (tengah) saat foto bersama Pengurus PWNU Jateng, M. Nuh, M.Si (paling kanan), Ketua Baznas Prof. Noor Achmad (mengenakan serelan jas dan celana), Guru Besar UIN Walisongo sekaligus Promotor Prof. Ahmad Rofik (kiri) dan Direktur Sino-Nusantara Institute Syaifuddin Zuhri (paling kiri) usai sidang terbuka promosi doktor pada Jumat (4/7/2025) di Ruang Sidang Doktoral lantai 3, Kampus I UIN Walisongo Semarang. / dok istimewa

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Agus Fathuddin Yusuf, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Wahid Hasyim Semarang, resmi meraih gelar Doktor Studi Islam dari UIN Walisongo Semarang.

Ia menjalani sidang terbuka promosi doktor pada Jumat (4/7/2025) di Ruang Sidang Doktoral lantai 3, Kampus I UIN Walisongo Semarang.

Disertasinya berjudul “Dinamika Kontestasi Ideologi Islam Moderat dengan Islam Radikal di Media Sosial” berhasil memikat para penguji dan promotor. Ia dibimbing oleh dua promotor, yakni Prof. Dr. H. Ahmad Rofik, MA dan Dr. H. Najahan Musyaffa’, MA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam penelitiannya, salah satu pendiri dan Mustasyar PCINU Tiongkok ini menyoroti bagaimana narasi Islam moderat dan Islam radikal saling bersaing di berbagai platform media sosial, seperti Facebook, Instagram, YouTube, dan WhatsApp.

Baca Juga :  Kunjungi Klenteng Bio Hok Tek Tjeng Sin, KB-TK Tarakanita 1 Dikenalkan Nilai-nilai Toreransi Sejak Dini

Ia memetakan pola komunikasi kedua kubu, serta dampaknya terhadap masyarakat secara sosial dan ideologis.

Menurut Agus, kelompok radikal secara aktif menggunakan media sosial untuk menyebarkan propaganda, melakukan rekrutmen, serta menyasar emosi publik dengan pesan-pesan provokatif.

Sebaliknya, kelompok Islam moderat yang dimotori oleh ormas besar seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, mengusung kontra-narasi yang menyejukkan.

Mereka berupaya menyebarkan nilai-nilai toleransi, menjelaskan ajaran Islam yang ramah, serta menangkal disinformasi keagamaan.

“Media sosial dan situs web telah menjadi medan pertempuran ideologis yang sangat aktif. Konten kelompok radikal banyak mengusung framing eksklusif, anti-demokrasi, dan penuh ujaran kebencian,” ungkap Agus, sosok alumnus S-2 dari Nanchang University Tiongkok.

Baca Juga :  Ujian Nasional SMA, Diganti Tes Kompetensi Akademik (TKA)

Dampak dari kontestasi ini tak bisa diabaikan. Agus menyebutkan bahwa media sosial kini menjadi sarana propaganda ekstremisme yang semakin canggih.

Polarisasi sosial, fragmentasi di tengah masyarakat, dan normalisasi kebencian menjadi konsekuensi serius dari pertarungan narasi tersebut.

Direktur Sino-Nusantara Institute, Ahmad Syaifuddin Zuhri, turut mengapresiasi capaian akademik Agus. Ia berharap disertasi ini menjadi referensi penting bagi kalangan moderat dan generasi muda dalam merawat kerukunan.

“Saya sangat bangga pada Pak Agus. Predikat lulus ‘Sangat Memuaskan’ dan IPK 3,75 adalah capaian luar biasa,” ujar Zuhri.

Ia menambahkan, riset ini bukan hanya capaian akademik semata, melainkan kontribusi nyata dalam membentengi umat dari paham radikal, serta memperkuat narasi Islam yang damai di ruang publik digital. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”
Pameran Produk dan Penutupan MBKM Bina Desa UPN Veteran Jawa Timur: Wujud Inovasi Berkelanjutan untuk Mendukung SDGs 8, 12, dan 17
Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran
BEM Unsoed Kaget! Mahasiswa Ikut Kunker Gibran Tanpa Sepengetahuan Organisasi
Camp Qur’an SDIT Mumtaz Rabbani: Saat Anak Dekat dengan Al-Qur’an, Karakter Hebat Pun Tumbuh
Biar Nggak Asal Viral, Dosen UNPAM Latih Siswa SMK Puspita Husada Bikin Konten Kreatif dan Positif
Mahasiswa USM Turun ke Jalan, Suarakan Kritik untuk Pemerintah
Dukung SDGs 8 dan 9, Mahasiswa KKNT UPN Veteran Jatim Kenalkan QRIS dan AI untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM Kalipucang
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:47 WIB

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:26 WIB

Pameran Produk dan Penutupan MBKM Bina Desa UPN Veteran Jawa Timur: Wujud Inovasi Berkelanjutan untuk Mendukung SDGs 8, 12, dan 17

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:46 WIB

Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:31 WIB

BEM Unsoed Kaget! Mahasiswa Ikut Kunker Gibran Tanpa Sepengetahuan Organisasi

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:21 WIB

Camp Qur’an SDIT Mumtaz Rabbani: Saat Anak Dekat dengan Al-Qur’an, Karakter Hebat Pun Tumbuh

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB