Tiba-tiba Ekspor Kayu Lapis Indonesia Diselidiki Amerika, Ada Apa Sih?

- Penulis

Rabu, 18 Juni 2025 - 08:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

POV: kayu lapis. (foto: pinterest)

POV: kayu lapis. (foto: pinterest)

SUARAMUDA, SEMARANG – Kementerian Perdagangan, melalui Direktorat Pengamanan Perdagangan mendukung penuh para pelaku usaha Indonesia dengan memberikan pendampingan dalam menghadapi penyelidikan yang dilakukan Amerika Serikat (AS).

Pasalnya, saat ini, AS tengah menyelidiki dugaan antidumping dan antisubsidi terhadap produk kayu lapis dari kayu keras dan dekoratif (hardwood and decorative plywood) asal Indonesia.

Penyelidikan itu dikabarkan diinisiasi oleh Departemen Perdagangan AS (United States Department of Commerce/USDOC) pada 11 Juni 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Isy Karim mengatakan Kemendag akan memberi pendampingan bagi pelaku usaha Indonesia dalam menyusun pembelaan dan pengisian kuesioner.

“Kayu lapis dari kayu keras dan dekoratif merupakan salah satu produk unggulan ekspor Indonesia ke AS dan pemerintah akan senantiasa selalu memberikan pembelaan,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Selasa (17/6/2025).

Selidiki China dan Vietnam Juga? 

Dilansir CNN, selain Indonesia, penyelidikan USDOC ini juga ditujukan untuk China dan Vietnam berdasarkan petisi dari Coalition for Fair Trade in Hardwood and Plywood (CFTHP) yang disampaikan ke USDOC pada 22 Mei 2025.

Baca Juga :  Mengenal Natrium Dehidroasetat, Zat yang Terkandung di Roti Okko

Dalam dokumen inisiasi penyelidikannya, USDOC mencantumkan 204 pos tarif Harmonized Tariff Schedule of the United States (HTS-US) yang akan diselidiki.

Beberapa jenis produk yang menjadi fokus penyelidikan meliputi kayu lapis dari kayu keras dan dekoratif serta panel kayu veneer (veneered panels).

Namun, daftar ini masih dapat berubah sesuai perkembangan penyelidikan. Selain itu, margin dumping yang akan dikenakan terhadap produk Indonesia diperkirakan mencapai 84,94 persen, ditambah dengan 12 program yang terindikasi subsidi.

Salah satu hal baru dalam penyelidikan ini adalah temuan bahwa beberapa dari 12 program tersebut merupakan program Pemerintah China yang dinilai sebagai subsidi transnasional oleh AS.

Direktur Pengamanan Perdagangan Kemendag Reza Pahlevi Chairul menyampaikan, Direktorat Pengamanan Perdagangan Kemendag akan terus berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait, asosiasi, serta perusahaan-perusahaan yang terdampak.

“Selain negosiasi terkait tarif sektoral dan resiprokal yang terus berjalan, seluruh pemangku kepentingan yang terlibat diharapkan dapat bersinergi bersama dalam menghadapi kasus antidumping dan antisubsidi ini demi menjaga kelancaran akses pasar kayu lapis dari kayu keras dan dekoratif ke AS,” ujar Reza.

Baca Juga :  Negara dengan Minat Investasi Tertinggi di IKN Mana Aja, nih?

Ekspor produk Indonesia ke AS

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Panel Kayu Indonesia (APKINDO) Bambang Soepijanto menyambut baik dukungan penuh Kemendag dalam menghadapi penyelidikan terhadap produk kasus kayu lapis dari kayu keras dan dekoratif oleh AS.

Ia mengharapkan dukungan pemerintah dan hasil yang baik hingga akhir penyelidikan.

“Kami sangat terbantu sejak awal penyelidikan pra-inisiasi. Kami harapkan dukungan ini terus dipertahankan dan berlanjut pada tahap penyelidikan selanjutnya, mengingat sepertiga produksi kayu lapis dari kayu keras dan dekoratif Indonesia ditujukan ke pasar AS,” ujar Bambang.

Ekspor produk Indonesia ke AS pada 2022 adalah sebesar US$570,39 juta atau sekitar Rp9,29 triliun (asumsi kurs Rp16.300 per dolar AS). Nilai ini sempat turun pada 2023 menjadi US$337,13 juta (Rp5,49 triliun), kemudian meningkat kembali pada 2024 menjadi US$410,96 juta (Rp6,69 triliun).

Sumber: CNN Indonesia

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Buat Apa Jokowi Sibuk Melakukan Safari?
Hasil Survei Puspoll: 64,8% Masyarakat Puas dengan Kinerja Pak Prabowo, Benarkah?
Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?
Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?
Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok
Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 17:07 WIB

Buat Apa Jokowi Sibuk Melakukan Safari?

Senin, 29 Juni 2026 - 09:35 WIB

Hasil Survei Puspoll: 64,8% Masyarakat Puas dengan Kinerja Pak Prabowo, Benarkah?

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:08 WIB

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Berita Terbaru

Mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat sedang melakukan safari politik. (Dok istimewa)

KABAR NUSANTARA

Buat Apa Jokowi Sibuk Melakukan Safari?

Senin, 29 Jun 2026 - 17:07 WIB

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB