Selain Puji Gubernur Demo Buruh di Semarang Berakhir Ricuh, Benarkah? Apa Penyebabnya?

- Penulis

Jumat, 2 Mei 2025 - 09:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

POV: aksi demonstrasi May Day di depan Kantor Pemprov Jateng, Kamis (1/5/2025)

POV: aksi demonstrasi May Day di depan Kantor Pemprov Jateng, Kamis (1/5/2025)

SUARAMUDA, SEMARANG — Di tengah aksi demonstrasi May Day di depan Kantor Pemprov Jateng, Gubernur Ahmad Luthfi menemui perwakilan buruh.

Sejumlah program yang direalisasikan untuk kaum buruh mendapat apresiasi dari Jaringan Aliansi Buruh Jawa Tengah (ABJat), Federasi Serikat Pekerja Indonesia Perjuangan (FSPIP) dan Koperasi Persatuan Buruh Grobogan

Program itu, antara lain koperasi buruh yang telah dibentuk di Kawasan Industri Wijaya Kusuma. Selain itu, upaya Gubernur menarik investasi di Jawa Tengah juga tak luput mendapat nilai bagus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu karena langkahnya dinilai menambah lapangan kerja di Jateng. Di sisi lain, serikat buruh harus meningkatkan kualitas SDM agar ke depannya upah buruh bisa secara bertahap meningkat.

Baca Juga :  Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Dialog Bersama Penyuluh Kehutanan Sulawesi Selatan

Demo Berakhir Ricuh

Usai banjir pujian, demo di Semarang justru banjir kericuhan. Dalam laporan detikcom, ditulis Polda Jawa Tengah (Jateng) membubarkan kelompok diduga anarko yang mengganggu jalannya aksi damai Hari Buruh atau May Day 2025 di depan kantor Gubernur Jawa Tengah.

Polda Jateng bertindak cepat untuk melindungi massa buruh dan mengendalikan situasi secara terukur.

Diketahui, massa buruh dari aliansi KASBI, KSPIP, FSPMI dan KSPN telah menggelar aksi secara damai sejak pukul 14.30 WIB, Kamis (1/5/2025) dengan menyampaikan sejumlah tuntutan melalui orasi dan sholawatan.

Baca Juga :  Meski Jalan Longsor, Semangat Belajar Siswa RA At-Tarbiyah Asal Harentang Pantang Berhenti

Namun sekitar pukul 15.15 WIB, muncul kelompok berpakaian serba hitam mengganggu jalannya aksi.

Sekelompok massa diduga anarko mengganggu aksi damai dengan merusak pagar pembatas jalan, melakukan vandalisme di aspal Jalan Pahlawan, dan terus melempari petugas dengan botol, batu, serta benda-benda berbahaya lainnya.

Untuk mengurai dan mengendalikan situasi, polisi melakukan pergantian pasukan dengan lintas ganti PHH Brimob Polda Jateng yang menghalau massa menggunakan gas air mata ke arah kerumunan.

Massa kemudian meninggalkan lokasi dan menyebar ke arah Pleburan dan Simpang Lima pada pukul 17.30 WIB.

Selain memuji gubernur, demo buruh di Semarang berakhir ricuh. Lantas apa penyebabnya? (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?
Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?
Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok
Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun
Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!
Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:08 WIB

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WIB

Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:38 WIB

Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB