Meski Jalan Longsor, Semangat Belajar Siswa RA At-Tarbiyah Asal Harentang Pantang Berhenti

- Penulis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Putusnya ruas jalan yang menghubungkan Harentang-Leuwihalang di wilayah Desa Guranteng Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat akibat longsor membuat akses kendaraan lumpuh total.

Kondisi ini menyulitkan warga yang hendak beraktivitas, termasuk para siswa, dan para guru yang hendak ke sekolah menggunakan kendaraan bermotor.

Lain halnya dengan anak-anak Raudlatul Athfal (RA) At-Tarbiyah Leuwihalang asal kampung Harentang Desa Guranteng Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya, tidak menyurutkan semangat mereka untuk belajar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan bimbingan dan pengawasan orang tua mereka, meski ada rintangan anak-anak tetap melewati akses jalan yang longsor tersebut. Hal ini dikarenakan kalau mencari akses jalur lain sangat jauh.

Pihak sekolah pun sudah memberikan keringanan untuk berjalan secara daring, namun antusias anak-anak untuk tetap berangkat ke sekolah tidak menyurutkan nyali mereka melewati tantangan jalan longsor.

“Silahkan anak-anak dari Harentang belajar daring saja sambil menunggu perbaikan jalan, tetapi kalau memaksa, tetap hati hati jaga keselamatan, kalau hujan jangan memaksakan”, ungkap Kepala RA At-Tarbiyah Ela Nurlaela.

Baca Juga :  Kabar Baik Lurr!! Pendaftaran CPNS 2024 Diperpanjang hingga 10 September 2024

Pihak orang tua pun meski ada kekhawatiran, dengan penuh kehati-hatian tetap melewati jalur tersebut.

“Jalan yang ambrol ini sementara tidak bisa dilalui oleh kendaraan sehingga menghambat anak-anak berangkat sekolah. Jadi kita sebagai orang tua harus mengantar dengan sangat hati-hati dan mengawasi mereka jalan. Kecuali kalau Kondisinya hujan, kami tidak memaksakan diri.” ujar salah satu orang tua siswa, pada Rabu (17/12/2025).

Kepala Wilayah Dusun Leuwihalang Desa Guranteng, Dadan Sundana membenarkan bahwa akses jalan Harentang Leuwihalang longsor terjadi kali kedua setelah longsor pertama pada bulan November 2025.

“Kini longsoran kedua pada bulan Desember diperkirakan mencapai 30 meter dengan ketebalan material lebih dari 3 meter. Akibatnya, akses kendaraan roda dua maupun roda empat terhenti total, ” ungkapnya.

Baca Juga :  Idul Adha, Presiden Joko Widodo Shalat di Lapangan Simpang Lima Semarang

Menurut Dadan pihak pemerintah Desa, Kecamatan, dan unsur pemerintah Kabupaten melalui BPBD sudah meninjau langsung ke lokasi bencana untuk pemantauan sekaligus berkoordinasi dengan instansi terkait.

Bahkan Camat Pagerageung Nandang Heryana, telah meninjau langsung ke lokasi dan memberikan bantuan kepada warga terdampak serta telah melaporkan ke pihak pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

Selain berisiko, jalur yang dilalui warga masih rawan longsor susulan. Masyarakat berharap pemerintah segera membuat jalan darurat yang minimal dapat dilalui pejalan kaki atau sepeda motor.

Untuk sementara, warga yang hendak bekerja atau beraktivitas yang menggunakan kendaraan bermotor termasuk para guru yang hendak mengajar ke SDN Leuwihalang terpaksa memutar jauh melewati jalur desa lain.

Warga berharap penanganan cepat dilakukan agar aktivitas harian, terutama anak-anak sekolah, dapat kembali berjalan normal tanpa risiko keselamatan. (Ade Dedi)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB