Meski Jalan Longsor, Semangat Belajar Siswa RA At-Tarbiyah Asal Harentang Pantang Berhenti

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Putusnya ruas jalan yang menghubungkan Harentang-Leuwihalang di wilayah Desa Guranteng Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat akibat longsor membuat akses kendaraan lumpuh total.

Kondisi ini menyulitkan warga yang hendak beraktivitas, termasuk para siswa, dan para guru yang hendak ke sekolah menggunakan kendaraan bermotor.

Lain halnya dengan anak-anak Raudlatul Athfal (RA) At-Tarbiyah Leuwihalang asal kampung Harentang Desa Guranteng Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya, tidak menyurutkan semangat mereka untuk belajar.

Dengan bimbingan dan pengawasan orang tua mereka, meski ada rintangan anak-anak tetap melewati akses jalan yang longsor tersebut. Hal ini dikarenakan kalau mencari akses jalur lain sangat jauh.

Pihak sekolah pun sudah memberikan keringanan untuk berjalan secara daring, namun antusias anak-anak untuk tetap berangkat ke sekolah tidak menyurutkan nyali mereka melewati tantangan jalan longsor.

“Silahkan anak-anak dari Harentang belajar daring saja sambil menunggu perbaikan jalan, tetapi kalau memaksa, tetap hati hati jaga keselamatan, kalau hujan jangan memaksakan”, ungkap Kepala RA At-Tarbiyah Ela Nurlaela.

Pihak orang tua pun meski ada kekhawatiran, dengan penuh kehati-hatian tetap melewati jalur tersebut.

“Jalan yang ambrol ini sementara tidak bisa dilalui oleh kendaraan sehingga menghambat anak-anak berangkat sekolah. Jadi kita sebagai orang tua harus mengantar dengan sangat hati-hati dan mengawasi mereka jalan. Kecuali kalau Kondisinya hujan, kami tidak memaksakan diri.” ujar salah satu orang tua siswa, pada Rabu (17/12/2025).

Kepala Wilayah Dusun Leuwihalang Desa Guranteng, Dadan Sundana membenarkan bahwa akses jalan Harentang Leuwihalang longsor terjadi kali kedua setelah longsor pertama pada bulan November 2025.

“Kini longsoran kedua pada bulan Desember diperkirakan mencapai 30 meter dengan ketebalan material lebih dari 3 meter. Akibatnya, akses kendaraan roda dua maupun roda empat terhenti total, ” ungkapnya.

Menurut Dadan pihak pemerintah Desa, Kecamatan, dan unsur pemerintah Kabupaten melalui BPBD sudah meninjau langsung ke lokasi bencana untuk pemantauan sekaligus berkoordinasi dengan instansi terkait.

Bahkan Camat Pagerageung Nandang Heryana, telah meninjau langsung ke lokasi dan memberikan bantuan kepada warga terdampak serta telah melaporkan ke pihak pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

Selain berisiko, jalur yang dilalui warga masih rawan longsor susulan. Masyarakat berharap pemerintah segera membuat jalan darurat yang minimal dapat dilalui pejalan kaki atau sepeda motor.

Untuk sementara, warga yang hendak bekerja atau beraktivitas yang menggunakan kendaraan bermotor termasuk para guru yang hendak mengajar ke SDN Leuwihalang terpaksa memutar jauh melewati jalur desa lain.

Warga berharap penanganan cepat dilakukan agar aktivitas harian, terutama anak-anak sekolah, dapat kembali berjalan normal tanpa risiko keselamatan. (Ade Dedi)

Redaksi Suara Muda, Saatnya Semangat Kita, Spirit Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like