SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara soal anggaran pembelian motor listrik untuk Badan Gizi Nasional (BGN) yang bikin heboh. Nilainya nggak main-main, tembus Rp1,05 triliun buat impor 25 ribu motor listrik.
Purbaya bilang sebenarnya pengadaan itu sudah sempat dia tolak sejak tahun lalu. Tapi anehnya, anggarannya tetap lolos dan muncul lagi. Ia menyebut ada “kebobolan” di sistem software Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan.
“Itu software dari Dirjen Anggaran, sekarang lagi diperbaiki biar nggak kebobolan lagi kayak kemarin,” kata Purbaya, dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (6/5).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, sistem lama masih punya celah sehingga anggaran yang sebelumnya ditolak malah bisa masuk lagi. Ia pun sempat nyeletuk soal software yang dianggap jadi biang masalah.
“Tahun lalu kita sudah nolak beli motor untuk BGN. Tapi kok bisa lolos lagi? Nah sekarang softwarenya dibenahi,” ujarnya.
Purbaya memastikan ke depan pengawasan anggaran bakal diperketat, termasuk untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), supaya nggak ada lagi anggaran “aneh-aneh” yang lolos diam-diam.
Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan kalau pengadaan motor listrik memang masuk dalam rencana anggaran 2025. Motor itu bakal dipakai mendukung operasional program MBG, khususnya untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dadan juga mengungkapkan bahwa realisasi pengadaan motor listrik sudah berjalan dan jumlahnya mencapai lebih dari 21 ribu unit. Proses pengadaannya dilakukan bertahap sejak Desember 2025.
“Motor tersebut dipakai untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” kata Dadan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (7/4). (Red)













Komentar