SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Pemilu serentak dinilai perlu dievaluasi. Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, mengusulkan agar pemilihan legislatif (pileg), pemilihan presiden (pilpres), dan pemilihan kepala daerah (pilkada) digelar secara terpisah.
Menurut Doli, selama ini isu pilpres cenderung mendominasi perhatian publik. Akibatnya, pembahasan soal calon anggota legislatif dan partai politik justru tenggelam.
Golkar pun menawarkan skema yang mirip Pemilu 2004. Pileg digelar pada April, pilpres putaran pertama pada Juli, dan putaran kedua pada September jika diperlukan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan jadwal terpisah, masyarakat diharapkan punya lebih banyak ruang untuk mengenal calon wakil rakyat sebelum menentukan pilihan presiden.
Doli juga menilai skema tersebut tidak harus membuat masa transisi pemerintahan menjadi lebih panjang.
Pelantikan anggota DPR dapat berlangsung pada 1 Oktober, sementara presiden dan wakil presiden terpilih dilantik pada 20 Oktober.
Meski begitu, usulan ini masih menjadi bagian dari pembahasan mengenai evaluasi sistem pemilu di Indonesia. (Red)













Komentar