Riset Kampus Tak Boleh Cuma Berakhir di Jurnal, Kini Harus Pecahkan Masalah Nyata!

Kemdiktisaintek dorong penelitian perguruan tinggi menjawab kebutuhan industri, pemerintah daerah, hingga investor. Ada dua jalur pendanaan yang disiapkan untuk mendukung transformasi riset.

- Penulis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi riset di Indonesia. (Gambar: pinterest)

Ilustrasi riset di Indonesia. (Gambar: pinterest)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Penelitian kampus kini dituntut naik level. Bukan sekadar menghasilkan jurnal ilmiah atau menumpuk laporan, riset perguruan tinggi harus mampu menjawab persoalan nyata dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong perubahan arah kebijakan riset agar lebih berorientasi pada kebutuhan industri, pemerintah daerah, hingga investor.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, mengatakan pendekatan baru ini menekankan pathway to impact, yakni kejelasan jalur agar hasil penelitian benar-benar bisa diterapkan dan memberi manfaat.

Kebijakan tersebut juga mendorong kolaborasi lintas disiplin. Misalnya, riset pertanian tak hanya melibatkan ahli pertanian, tetapi juga peneliti teknologi drone dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan produktivitas lahan.

Untuk mendukung agenda tersebut, pemerintah menyiapkan dua jalur pendanaan. Pertama, program riset prioritas melalui APBN dengan anggaran sekitar Rp50 juta hingga Rp500 juta per tahun.

Baca Juga :  Gema Ramadhan - Mahasiswa Ma’had Sa’ad Bin Abi Waqqash UM Palembang Selenggarakan Buka Bersama

Kedua, program riset strategis melalui LPDP, dengan pendanaan yang dapat mencapai lebih dari Rp2 miliar per tahun.

Lewat perubahan ini, kampus diharapkan tak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga motor inovasi dan pertumbuhan ekonomi.

Tantangannya kini jelas, yakni bagaimana hasil riset bisa keluar dari ruang akademik dan benar-benar menyelesaikan masalah di lapangan? (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kuliah Terbuka Aqobah Kupas Isu LGBT dari Perspektif Fikih dan Hukum Negara
Bukan Makrab Biasa! Hellcom KPI Ajak Mahasiswa Jago Bicara dan Bikin Audiens Bergerak
Gawat! Mendikti Bilang: Kampus Jangan Hobi Buka Prodi Baru, Mending Dimerger!
Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)
Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:28 WIB

Kuliah Terbuka Aqobah Kupas Isu LGBT dari Perspektif Fikih dan Hukum Negara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Riset Kampus Tak Boleh Cuma Berakhir di Jurnal, Kini Harus Pecahkan Masalah Nyata!

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Bukan Makrab Biasa! Hellcom KPI Ajak Mahasiswa Jago Bicara dan Bikin Audiens Bergerak

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Gawat! Mendikti Bilang: Kampus Jangan Hobi Buka Prodi Baru, Mending Dimerger!

Minggu, 27 September 2026 - 09:20 WIB

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Berita Terbaru

Ilustrasi Pemungutan Suara. (Gambar: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Golkar: Pileg, Pilpres, dan Pilkada Baiknya Digelar Terpisah!

Sabtu, 10 Okt 2026 - 09:15 WIB