Akhirnya Pemerintah Mengakui Kondisi Ekonomi Terkini, Lebih Buruk dari Covid

- Penulis

Selasa, 22 April 2025 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SEMARANG – Perang dagang melalui pengenaan tarif tinggi antara Amerika Serikat dan China membuat prospek perekonomian dunia memburuk, lebih parah dari era sebelum Covid-19.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono saat menjadi pembicara kunci dalam acara The HSBC Summit 2025, Selasa (22/4/2025).

Thomas mendasari pernyataannya ini dengan prospek pertumbuhan ekonomi global yang dibuat oleh lembaga internasional, seperti World Bank, IMF, hingga OECD.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

IMF, kata dia, memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia hanya akan 2,7% pada 2025, sedangkan IMF 3,3%.

Sementara itu, dari OECD meramal pertumbuhan ekonomi pada 2025 hanya sebesar 3,1% dan berlanjut melemah pada 2026 menjadi 3%.

Lebih buruk dari kondisi pasca Covid-19 pada 2023 yang sebesar 3,3%.

Baca Juga :  Setahun Kepemimpinan Bupati Jember: Krisis Tata Ruang hingga Ancaman terhadap Ruang Hidup Rakyat

“Bank Dunia memperkirakan tingkat pertumbuhan global 2025 sebesar 2,7%, sementara IMF memperkirakan 3,3%. Proyeksi kedua organisasi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan akan tetap di bawah tingkat sebelum pandemi,” tegas Thomas.

Menurutnya, perang tarif yang membuat buruknya sentimen pelaku pasar keuangan dan ekonomi turut memberi dampak besar terhadap negara-negara berkembang, seperti Indonesia.

Prospek pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang ia bilang hanya akan di kisaran 4% tahun ini.

“Ekonomi negara berkembang diperkirakan tumbuh sekitar 4% dan merupakan prospek jangka panjang paling lambat sejak tahun 2000. Semakin terlihat jelas bahwa perang tarif terutama terjadi antara Amerika Serikat dan Tiongkok,” ungkapnya.

Thomas mengatakan, terkait sentimen yang makin memburuk, tercermin dari kondisi pasar saham global yang terus memberikan reaksi negatif terhadap perang dagang jilid II antara AS dan China.

Baca Juga :  Di Momen HUT Bhayangkara ke-78, Ketua FKUB Kota Semarang Beri Ucapan Hingga Tekankan Sinergi dalam Pelihara Kerukunan

“Indeks utama seperti S&P 500, Nikkei 225 dan Hang Seng semuanya turun dua digit. Dengan meningkatnya risiko dan ketidakpastian yang disebabkan oleh perang tarif dan ketegangan geopolitik, sulit untuk memperkirakan prospek ekonomi global,” ujar Thomas.

Politikus Partai Gerindra itu juga mengatakan, nilai tukar mata uang mayoritas berbagai negara juga ambruk akibat sentimen negatif itu.

Terburuk ialah mata uang Brazil dengan depresiasi mencapai minus 4,5% per 8 April 2025 terhadap 2 April 2025.

Diikuti Meksiko minus 2,2%, Thailand minus 1%, dan Indonesia minus 0,8%. Mata Uang Euro dan Jepang saja yang apresiasi 1,1%.

“Pengumuman pemerintah AS tentang reciprocal tariffs pada tanggal 2 April 2025 telah meningkatkan ketidakpastian pasar global,” ucap Thomas. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?
Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?
Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok
Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!
Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Hadiri Perayaan Syukur Ulang Tahun Vihara Maitreya Makassar Bertajuk “Simfoni Cahaya”
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:08 WIB

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WIB

Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:38 WIB

Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:30 WIB

Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB