Mengenal Tradisi Sesaji Rewanda yang Sukses Digelar di Goa Kreo Gunungpati Semarang

- Penulis

Minggu, 13 April 2025 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SEMARANG — Tradisi Sesaji Rewanda di Goa Kreo, Dusun Talunkacang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (12/4/2025) berlangsung meriah.

Ratusan warga antusias menyaksikan tradisi Sesaji Rewanda yang diawali arak-arakan gunungan ketupat dan sego kethek, replika kayu jati dengan iringan sejumlah penari berpakaian tradisional termasuk penari anak-anak berkostum kera. Arak-arakan hanya berjarak 300 meter menuju Goa Kreo.

Tiba di pelataran Gua Krea, prosesi diawali dengan sembilan wali yang diperankan warga Kandri mengarak replika batang kayu jati sebagai simbol kayu yang didapat Sunan Kalijaga untuk tiang Masjid Demak.

Kemudian penampilan Tari Bambu Krincing dan sejarah mengenai Goa Kreo. Selanjutnya kembali ditampilkan Tari Wanara Parisuka, dan diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Wali Kota Semarang, serta ngalap berkah.

Di momen ini, ratusan warga maupun pengunjung berebut gunungan ketupat dan gunungan sego kethek (nasi yang dibungkus dengan daun jati dan diisi dengan sayuran, tahu, dan tempe).

Kedua gunungan ludes dalam waktu singkat. Sementara gunungan buah-buahan dikhususkan untuk diberikan ratusan monyet.

Tradisi Sesaji Rewanda dimulai pada abad ke-15 yakni saat Sunan Kalijaga, salah satu tokoh penting dalam sejarah Islam di Indonesia, berupaya membangun masjid yang sekarang terkenal sebagai Masjid Agung Demak.

Baca Juga :  KKN UIN Walisongo Semarang di Limbangan Berakhir, Pengabdian Ditutup dengan Pengajian dan Shalawatan

Dalam pencarian kayu jati sebagai bahan baku, Sunan Kalijaga dibantu para monyet yang menghuni kawasan Goa Kreo, Gunungpati, Semarang, yang kini menjadi destinasi wisata.

Sesaji Rewanda yang jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia berarti “memberi hadiah kepada monyet”, menunjukkan makna dan tujuan yang sangat mendalam.

Sesaji Rewanda mencerminkan pentingnya menjaga hubungan yang harmonis antara manusia dan alam. (Red)

Sumber: sindonews.com

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa
Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun
Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”
Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa
Semarang Makin Dilirik, Wacana Badan Pariwisata Kembali Menguat
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:14 WIB

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:35 WIB

Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:14 WIB

Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB