Ribuan Pemudik Jalur Laut Diangkut dari Pelabuhan Belawan ke Batam pada Puncak Arus Balik 7 April, Masyarakat Terbantu

- Penulis

Selasa, 8 April 2025 - 07:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, MEDAN — Hari ini, Senin (7/4/2025), menjadi puncak arus balik di Pelabuhan Belawan. Ribuan pemudik kembali dari kampung halaman setelah merayakan Lebaran.

Kapal KM Kelud tiba pagi hari membawa 3.220 penumpang, lalu siang harinya berangkat lagi ke Batam dengan membawa 3.741 penumpang, termasuk 500 orang peserta Program Mudik Gratis dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut).

Program Mudik Gratis Pemprov Sumut ini bertujuan meringankan beban biaya transportasi bagi masyarakat, khususnya mahasiswa dan pekerja, sekaligus upaya pemerintah menekan angka kecelakaan lalu-lintas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kadishub, Dr. Agustinus Panjaitan dalam kesempatan itu menyempatkan diri masuk ke dalam Kapal dan berinteraksi langsung dengan Kapten KM Kelud.

Ia didampingi oleh General Manager Pelindo Regional I Belawan Jonedi Ramli, Kepala Cabang PT Pelni Medan, Yuniati Fatimah, Plt. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Belawan Marganda Sihite, dan PT Jasa Raharja Kanwil Sumut.

Baca Juga :  Komisi V DPR RI, Kemenhub, KemenPU dan Pemprov Sumut Pastikan Kesiapan Mudik Nataru 2024/2025 di Sumut

Untuk diketahui, Program Mudik Gratis Idul Fitri 1446 H/2025 M ini tidak hanya menggunakan angkutan jalan dan kereta api, tetapi juga melibatkan kapal laut.

Dengan tiga moda angkutan lebaran, Pemprov Sumut juga mengangkut pemudik secara gratis, dengan total kursi 10.833.

Semua pemudik yang ikut program ini telah diberangkatkan ke tempat tujuan mereka sejak 5 hingga 7 April 2025.

Untuk angkutan bus, rute berangkat dari Penyabungan, Sidempuan, Gunungtua, Barus, dan Sibolga menuju Medan.

Sementara kereta api dari Tanjungbalai dan Rantau Prapat. Untuk kapal laut, titik keberangkatan dari Belawan menuju Batam.

Menurut Agustinus, puncak arus balik terjadi pada 6-7 April 2025. Pemerintah ingin memastikan perjalanan para pemudik berjalan lancar, aman, dan nyaman dengan memaksimalkan angkutan umum massal.

Beberapa pemudik yang ikut program ini merasa sangat terbantu. Lisna Aritonang, mahasiswi USU asal Rantau Prapat, senang karena bisa hemat biaya dan memilih moda transportasi yang diinginkan.

Baca Juga :  Jaga-jaga Defisit APBN 2024, Menkeu Sri Mulyani Ajukan Penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) Senilai Rp100 Triliun

“Lebaran banyak pengeluaran, jadi program ini sangat membantu. Bisa pilih jadwal dan transportasinya juga,” katanya.

Sri Wahyuni, pegawai swasta yang mudik ke Padang Sidempuan, juga merasa terbantu. “Biasanya susah dapat tiket dan mahal, apalagi pas Lebaran. Program ini terasa banget manfaatnya,” ujarnya.

Hal serupa juga dirasakan Anarisky Hasibuan, warga Medan yang mudik ke Gunungtua. Ia mengatakan, perjalanan lebih nyaman dan terkoordinasi dengan baik.

Tak ketinggalan pemudik yang difasilitasi naik kapal laut juga ikut bersuara.

“Kami sekeluarga hari ini berlima, bisa mudik naik kapal laut pulang balik Medan-Batam, berkat Program Mudik Bareng yang digagas Gubernur Sumut, Pak Bobby Nasution. Semoga tahun depan kuotanya ditambah ya, Pak,” harap Muhammad Rido, warga Sumut yang bekerja dari Batam. (*)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Panjat Tebing Indonesia Naik Kelas! Putra Tri Ramadani Raih Emas Dunia Pertama
Kala MBG Digoyang Demo, Kantor BGN Disegel: yang Kenyang Anak atau Masalahnya?
Prabowo Bilang RI Salah Arah Sejak 1990-an, Masak sih? Netizen Langsung Cek Google Maps Nasional!
Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Suap Bea Cukai, Gara-Gara iPhone 17 yang Tak Jadi ‘Pulang Kampung’
Kampung Wisata Jangan Jadi Proyek Pariwisata Elitis, Warga Jogja Harus Menjadi Pemilik Utama
Sangat Prihatin! 39 Daerah Tak Mampu Gaji PPPK
Korupsi MBG, Apakah Dadan Benar-benar Ditahan?
Kasus Ledakan Bom di Biak: Warisan Berbahaya Perang Dunia II dan Dampaknya terhadap Lingkungan Hidup
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:57 WIB

Kala MBG Digoyang Demo, Kantor BGN Disegel: yang Kenyang Anak atau Masalahnya?

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:06 WIB

Prabowo Bilang RI Salah Arah Sejak 1990-an, Masak sih? Netizen Langsung Cek Google Maps Nasional!

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:46 WIB

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Suap Bea Cukai, Gara-Gara iPhone 17 yang Tak Jadi ‘Pulang Kampung’

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:07 WIB

Kampung Wisata Jangan Jadi Proyek Pariwisata Elitis, Warga Jogja Harus Menjadi Pemilik Utama

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:50 WIB

Sangat Prihatin! 39 Daerah Tak Mampu Gaji PPPK

Berita Terbaru