Sederhana Tapi Penuh Makna, Siswa Kelas X SMA Vianney Gelar Studi Ekskursi ke Bogor

- Penulis

Sabtu, 22 Maret 2025 - 23:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, JAKARTA – Para siswa Kelas X SMA Vianney mengikuti kegiatan ekskursi ke Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (Munasain) dan Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Selasa (18/3/2025).

Diikuti oleh seluruh Kelas X, didampingi wali kelas dan guru lainnya kegiatan itu bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung tentang warisan budaya dan alam Indonesia.

Ekskursi juga bertujuan untuk memperluas wawasan siswa dalam bidang sejarah dan ilmu alam serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berkunjung ke Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia

Munasain dipilih sebagai destinasi pertama karena menyimpan berbagai koleksi sejarah yang dapat membantu siswa memahami peristiwa penting di masa lalu, sementara di Kebun Raya Bogor, mereka belajar mengenai keanekaragaman flora dan upaya konservasi lingkungan.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan materi secara teoretis tetapi juga melalui pengalaman interaktif seperti pengamatan langsung, diskusi kelompok, dan tugas evaluasi dari guru.

Dengan demikian, para siswa diharapkan dapat lebih menghargai warisan budaya dan alam serta mengembangkan sikap peduli lingkungan.

Di Munasain, siswa-siswi Kelas X dibagi menjadi tiga kelompok yang masing-masing dipandu oleh seorang tour guide.

Para peserta diajak untuk menjelajahi berbagai koleksi bersejarah, seperti artefak, fosil, dokumen penting yang menceritakan sejarah alam Indonesia, keanekaragaman flora dan fauna serta peran museum sebagai tempat pelestarian warisan budaya.

Hal yang lebih menarik, para siswa juga berkesempatan melalukan wawancara dengan tour guide terkait kegiatan dan tema lainnya, yang berkenaan dengan laporan kegiatan siswa.

Dengan suasana yang edukatif namun tetap menyenangkan, siswa dapat merasakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan mendalam.

 

Sikap disiplin dan antusiasme yang tinggi selama kegiatan menunjukkan bahwa mereka tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga belajar menghargai warisan budaya dan sejarah yang dimiliki Indonesia.

Baca Juga :  PP PMMBN Serukan Jihad Ekologis dari Refleksi Bencana Aceh-Sumatra

Kebun Raya Bogor

Di Kebun Raya Bogor, para siswa melakukan eksplorasi yang dipandu oleh seorang tour guide untuk mempelajari berbagai jenis tumbuhan, ekosistem, serta upaya konservasi yang dilakukan di kawasan tersebut. Mereka mengamati beragam flora, mulai dari tanaman langka hingga tanaman dengan manfaat ekologis dan ekonomis.

Salah satu destinasi utama yang dikunjungi adalah Istana Bogor. Adalah tempat bersejaraj dengan nilai historis tinggi sebagai salah satu istana kepresidenan Indonesia yang dilengkapi ragam taman begonia. Ada pula koleksi tanaman hias—termasuk kantong semar, tumbuhan karnivora yang unik.

Setelah mendengarkan penjelasan dari tour guide, siswa berkesempatan melakukan wawancara dengan petugas setempat untuk menggali lebih dalam informasi mengenai karakteristik tanaman, fungsi ekologisnya, serta tantangan dalam pelestariannya.

Sarat Nilai Edukasi

Kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan mereka tentang keanekaragaman hayati, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi lingkungan.

Dengan pengalaman belajar langsung ini, siswa diharapkan semakin menghargai kekayaan alam Indonesia serta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ekskursi memberikan banyak manfaat positif bagi siswa, terutama dalam memperluas wawasan dan pengalaman belajar di luar kelas.

Menurut Kepala SMA Vianney, Apul Tumanggor, Munasain menjadi sarana yang sangat baik untuk membuka pengetahuan siswa tentang sejarah dan kekayaan alam Indonesia, terutama bagi mereka yang tinggal di perkotaan dan jarang mendapatkan akses langsung ke informasi tersebut.

“Munasain sangat bermanfaat dalam memperluas wawasan siswa, terutama karena di perkotaan kita sulit mendapatkan akses langsung ke sejarah dan kekayaan alam, “ungkapnya.

Baca Juga :  Realisasikan Toleransi, SMA Vianney Ikuti Dialog “Agak Lain” di Gereja Katolik Bojong Indah Jakarta

Apul menambahkan, melalui studi ekskursi para siswa bisa melihat langsung berbagai benda bersejarah serta kekayaan alam yang perlu kita pahami dan lestarikan.

“Dengan memahami sejarah dan lingkungan kita, mereka akan lebih menghargai dan memanfaatkannya untuk kehidupan yang lebih baik”, ujarnya.

Sementara itu, Wali Kelas X.1, Bruno menambahkan bahwa ekskursi memungkinkan siswa untuk melakukan observasi langsung, mencatat temuan mereka, serta menyusun laporan tentang sejarah dan pengalaman yang diperoleh.

“Kegiatan ini memberi siswa kesempatan untuk mengamati secara langsung, mencatat informasi penting, dan menyusun laporan tentang sejarah serta aktivitas yang mereka lakukan, “katanya.

Bruno juga menyebut, pembelajaran di luar kelas juga membantu para siswa memahami dunia secara lebih luas dan membuka wawasan tentang sejarah yang tersimpan di Museum Munasain

“Selain itu, pengalaman ini lebih menyenangkan karena siswa bisa belajar langsung dari tour guide yang menjelaskan secara detail dan berbasis pengalaman, sehingga lebih mudah dipahami dibandingkan hanya membaca dari buku, ” imbuhnya.

Ekskursi ke Munasain dan Kebun Raya Bogor memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi siswa kelas 10 SMA Vianney. Mereka tidak hanya memperluas wawasan dalam sejarah, tetapi juga memahami keanekaragaman alam serta pentingnya konservasi lingkungan.

Dengan pengalaman interaktif seperti pengamatan, diskusi, dan wawancara, siswa dapat memahami materi dengan lebih mendalam dan tidak terbatas pada teori di dalam kelas.

Diharapkan, melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman yang lebih luas dalam sejarah, tetapi juga dalam sosiologi dan bahasa Indonesia. Mereka belajar tentang perjalanan bangsa, interaksi sosial, serta mengasah keterampilan mencatat dan menyusun laporan. (Red)

Penulis: Cathrine Kurniawan, X-2

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung
Tingkatkan Mutu Produk Olahan, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Sambal Pecel “Lestari” Blitar
Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien
Dorong UMKM Naik Kelas, Akademisi UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Oven Multitray dan Kemasan Baru di Bolu “Bu Pur”
Berita ini 15 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha

Senin, 7 September 2026 - 22:34 WIB

Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB