Sungguh Dunia Sedang Tak Baik-baik Saja! Bencana Dasyat Menerpa Korea Selatan, Myanmar Hingga Thailand

- Penulis

Sabtu, 29 Maret 2025 - 15:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas saat bertugas memadamkan kebakaran dasyat di Korea Selatan/ gambar: CNN Indonesia

Petugas saat bertugas memadamkan kebakaran dasyat di Korea Selatan/ gambar: CNN Indonesia

SUARAMUDA, SEMARANG – Belakangan ini, fenomena internasional selain problem sosial dan politik adalah problem alam. Pasalnya, bencana alam sedang menghantui negara-negara dunia.

Ambil aja kasus Korea Selatan. Kebakaran hutan yang berpusat di Provinsi Gyeongsang Utara, Korea Selatan, baru berhasil dipadamkan pada Jumat (28/3/2025).

Mengutip katadata.com, kebakaran hutan ini memakan waktu 149 jam setelah kebakaran pertama terjadi di daerah Uiseong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Badan penanggulangan bencana pemerintah Korea Selatan mencatat, gelombang kebakaran hutan ini menewaskan sedikitnya 28 orang, menyebabkan 37 orang terluka, dan 38 ribu orang mengungsi.

Dari jumlah di atas, 24 korban tewas terjadi di Provinsi Gyeongsang Utara. Selain itu, kebakaran ini menghanguskan 45 ribu hektare (ha) lahan di provinsi tersebut.

Baca Juga :  Buktikan Komitmen pada ASEAN, Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Gempa Myanmar

Gempa Bumi Myanmar-Thailand

Yang kedua, kasus gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,7 magnitudo terjadi di Myanmar, Thailand hingga terasa di China, pada Jumat (28/3/2025).

Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat itu diperkirakan mencapai lebih dari 1.000 orang pada Sabtu (29/3/2025).

Dalam laporan CNN Indonesia, pemerintah junta militer Myanmar mengatakan sebanyak 1.002 orang tewas dan hampir 2.400 orang terluka imbas gempa tersebut.

Puing-puing bangunan di Bangkok, Thailand, paska gempa Myanmar/ gambar: CNN Indonesia

Sementara di Bangkok, jumlah korban meninggal dunia bertambah 10 orang.

CNN Indonesia dalam laporannya menyebut, petugas penyelamat mendeteksi ‘tanda-tanda vital’ dari 15 orang yang masih terjebak di reruntuhan gedung yang runtuh di dekat pasar Chatuchakdi Bangkok.

PemerintahThailand juga menerima 2.000 laporan kerusakan struktural di Bangkok. Atas laporan itu, pemerintah Thailand merencanakan inspeksi untuk 700 bangunan.

Baca Juga :  Peran Media dalam Pemberitaan Bencana: Mengubah Narasi, Membentuk Ketangguhan

Kendala Saluran Komunikasi

Terputusnya saluran komunikasi menyebabkan pemerintah militer Myanmar belum bisa melaporkan jumlah korban tewas secara pasti.

Meski demikian, jumlah korban diperkirakan akan terus meningkat secara signifikan.

Gempa Myanmar telah menghancurkan bangunan-bangunan, menyebabkan jembatan roboh, dan memutus jalan.

Adapun, kerusakan terbesar terjadi di kota terbesar kedua di Myanmar, yakni Mandalay.

Mengutip wartawan AFP di Mandalay, pagoda Buddha berusia berabad-abad hancur dan menjadi puing-puing akibat gempa tersebut.

Menurut para ahli geologi, ini adalah gempa bumi terbesar yang melanda Myanmar dalam beberapa dekade.

Getarannya yang cukup kuat bahkan menjangkau bangunan-bangunan di Bangkok, Thailand, yang jaraknya ratusan kilometer dari episentrum gempa. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar
China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global
Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional
Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan
Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya
Dari Konsultasi ke Integrasi Ekonomi: Deklarasi Kazan Buka Jalan Kerja Sama Ekonomi Rusia-ASEAN
Netanyahu dan Kebijakan Kontroversial: Israel Dianggap Abaikan Hukum Internasional dan Perluas Konflik di Timur Tengah
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:01 WIB

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:02 WIB

China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:23 WIB

Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:48 WIB

Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:18 WIB

Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB