Soroti Kekerasan Aparat terhadap Mahasiswa Selama Demo RUU TNI, Inilah “the Power of Emak-emak” Sesungguhnya

- Penulis

Sabtu, 29 Maret 2025 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi Gerakan Suara Ibu Indonesia mengecam kekerasan aparat terhadap mahasiswa selama aksi tolak UU TNI di berbagai daerah, termasuk Jakarta. (CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)

Aksi Gerakan Suara Ibu Indonesia mengecam kekerasan aparat terhadap mahasiswa selama aksi tolak UU TNI di berbagai daerah, termasuk Jakarta. (CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)

SUARAMUDA, SEMARANG – Ada yang beda dengan kaum ‘emak-emak’ kali ini. Lewat Aksi Gerakan Suara Ibu Indonesia, mereka menyoroti kekerasan aparat terhadap mahasiswa selama aksi tolak UU TNI di berbagai daerah, termasuk Jakarta.

Dalam laporan CNN Indonesia, sejumlah perempuan dari berbagai organisasi dan komunitas berkumpul di depan Sarinah, Jakarta Pusat, Jumat (28/3/2025).

Mereka menyorot aparat yang melakukan tindakan represif terhadap mahasiswa yang menyuarakan kepentingan rakyat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, mereka juga menuntut pembatalan RUU TNI yang dinilai melanggengkan kekuasaan angkatan bersenjata dan merugikan masyarakat.

“Beberapa tindakan kekerasan terhadap aksi-aksi mahasiswa hampir seluruh Indonesia, itu adalah bukti nyata bahwa rezim ini anti demokrasi.

Bahwa rezim ini makin menggunakan kekuatan militer, aparat, untuk menghadang suara kritis. Mereka anti-demokrasi, anti suara rakyat,” kata aktivis Ririn Sefsani seperti dilansir CNN, Jumat (28/3/2025).

Baca Juga :  Tuh Kan Bisa! Cetak 2 Gol, Marselino Sumbang Kemenangan Oxford United 6-0

Mantan Aktivis ’98?

Ia yang dulu sempat turun ke jalan di era 1998 sebagai mahasiswa teringat akan para ibu berkumpul, memberikan solidaritas, mengumpulkan makanan dan susu untuk para mahasiswa yang kelaparan.

Para ibu, lanjut Ririn, turut mendoakan dirinya dan kawan-kawan yang melancarkan demonstrasi demi melawan rezim Orde Baru.

Berkaca pada apa yang terjadi belakangan, ia berkata tidak ingin mengulangi sejarah kelam kala itu.

“Saya dan kawan-kawan di belakang masih hidup, dan kami tidak ingin sejarah kelam Orde Baru kembali, oleh karenanya kami melawan. Ini ada perempuan muda, ibu-ibu, ibu rumah tangga, akademisi, mahasiswa, guru,” katanya.

Baca Juga :  Begini Cerita 2 Relawan Mer-C Asal RI di Gaza: Rakyat Palestina Butuh Dukungan Indonesia

Selain orasi dari berbagai organisasi dan komunitas, aksi damai diisi dengan pembacaan puisi ‘Peringatan’ karya Wiji Thukul dan menyanyikan lagu ‘Ibu Pertiwi’.

Mereka pun menenteng poster dengan berbagai macam tulisan seperti ‘TNI Bukan Preman Politik’, ‘TNI Jaga NKRI Bukan Jaga Kursi Pejabat’, ‘Dan Kalau Kita Membiarkan Saja, Anak Kita Berikutnya!’, ‘Untuk Aparat Kepolisian: Ibumu Tidak Mengajarimu Memukuli Sesama Rakyat’.

Aksi Gerakan Suara Ibu Indonesia menuntut dua hal yakni, setop kekerasan pada mahasiswa dan pembatalan UU TNI.

“Kami, ibu Indonesia, akan mendampingi perjuangan mereka dengan ikut turun ke jalan, berjuang bersama anak-anak kami, melawan kekuasaan yang korup,” demikian kutipan petisi yang disampaikan peserta aksi. (Red/ sumber: CNN Indonesia)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akhirnya Kapolri Diganti, Simak!
Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura
Jokowi Bikin Pernyataan Berani: “PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan”
Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah
Pidato di PBB, Sugiono Bawa Pesan Prabowo: Dunia Butuh Ketahanan dan Kerja Sama
Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Akhirnya Kapolri Diganti, Simak!

Senin, 28 September 2026 - 09:29 WIB

Jokowi Bikin Pernyataan Berani: “PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan”

Minggu, 27 September 2026 - 11:44 WIB

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 September 2026 - 09:31 WIB

Pidato di PBB, Sugiono Bawa Pesan Prabowo: Dunia Butuh Ketahanan dan Kerja Sama

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Berita Terbaru

Jenderal Listyo Sigit Prabowo sempat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, sebelum DPR mengumumkan proses pemberhentiannya dari jabatan Kapolri pada Kamis (1/10/2026)./ kompas.com

KABAR NUSANTARA

Akhirnya Kapolri Diganti, Simak!

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:56 WIB

Ilustrasi: suaramuda.net

Sino Insight

China Pimpin BRICS 2027, Dedolarisasi Kembali Jadi Sorotan

Rabu, 30 Sep 2026 - 13:42 WIB

KILAS GLOBAL

Mengapa Greenland Penting bagi AS, Eropa, dan Masa Depan Arktik

Rabu, 30 Sep 2026 - 12:28 WIB