SUARAMUDA, BANDAR LAMPUNG — Sebagai ibu kota provinsi Lampung, Bandar Lampung memiliki peran yang sangat strategis dalam pengembangan ekonomi dan pariwisata di kawasan Sumatra.
Namun, di tengah geliat pembangunan, kota ini masih menghadapi berbagai masalah infrastruktur yang mendesak.
Salah satunya adalah kondisi jalanan yang rusak parah dan masalah banjir yang sering melanda sejumlah daerah dalam beberapa bulan ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah problem infrastruktur, Pemerintah Kota Bandar Lampung baru-baru ini justru mengeluarkan statementnyang menggemparkan publik.
Wacana Membangun Kereta Gantung
Di hadapan media, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana atau yang lebih dikenal dengan sapaan Bunda Eva justru akan membangun kereta gantung yang menghubungkan rumah dinas Wali Kota ke Teluk Lampung.
Menurut Bunda Eva, pembangunan kereta gantung yang berlokasi di rumah dinas wali kota dikarenakan luas rumah 3 hektare yang dianggap sebagai lokasi strategis untuk pembangunan awal.
Ia berharap kota yang dipimpinnya menjadi kota besar yang semakin dikenal. Namun, apakah pembangunan kereta gantung merupakan program prioritas yang tepat saat ini?
Seyogyanya, pemerintah dapat mengidentifikasi masalah utama yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah. Salah satunya adalah kondisi jalanan yang rusak.
Banyak ditemukan jalan di Bandar Lampung yang berlubang, tidak rata, dan tentunya mempengaruhi keselamatan serta kenyamanan pengendara.
Jalanan yang rusak pastinya juga menghambat mobilitas masyarakat, mempengaruhi distribusi barang, serta menambah biaya logistik.
Atas wacana ini, masyarakat kemudian mulai menyuarakan keserasahannya melalui media massa dengan harapan akan ada pembenaran jalan.
Sebab, selain jalanan rusak, dalam kurun waktu Januari hingga Februari 2025 ini beberapa daerah di Bandar Lampung juga terdampak banjir cukup parah.
Banjir itu disebabkan oleh buruknya sistem drainase, kurangnya pengelolaan wilayah, dan juga tingginya curah hujan.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalpos-PB) total ada 14 kecamatan, sebanyak 9.022 rumah dan 20.850 jiwa yang terdampak dari banjir yang merendam kota Bandar Lampung.
Sebelum merencanakan proyek ambisius seperti kereta gantung, pemerintah kota seharusnya bisa terlebih dahulu menyelesaikan permasalahan serta menentukan proyek prioritas.
Jalanan yang bagus tentunya akan sangat membantu jalannya aktivitas masyarakat, terutama bagi warga lokal yang sehari-hari bergantung pada transportasi darat yang mana kondisinya jauh dari ideal
Alangkah baiknya jika pemerintah memperbaiki jalanan yang rusak dan juga menyelesaikan permasalahan banjir yang selalu memakan korban terlebih dahulu—sebelum akhirnya membangun kereta gantung.
Tanpa infrastruktur yang baik, akan sulit bagi mewujudkan Bandar Lampung sebagai kota yang aman dan maju. (Red)
Penulis: Nasywa Nursiffa Zahrani, Mahasiswa Pendidikan Kimia, Universitas Negeri Yogyakarta













Komentar