Ironi Wacana Bangun Kereta Gantung, di Tengah Kondisi Infrastuktur yang Memprihatinkan

- Penulis

Jumat, 21 Maret 2025 - 01:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi banjir di wilayah Kota Bandar Lampung (dok detik.com)

Kondisi banjir di wilayah Kota Bandar Lampung (dok detik.com)

SUARAMUDA, BANDAR LAMPUNG — Sebagai ibu kota provinsi Lampung, Bandar Lampung memiliki peran yang sangat strategis dalam pengembangan ekonomi dan pariwisata di kawasan Sumatra.

Namun, di tengah geliat pembangunan, kota ini masih menghadapi berbagai masalah infrastruktur yang mendesak.

Salah satunya adalah kondisi jalanan yang rusak parah dan masalah banjir yang sering melanda sejumlah daerah dalam beberapa bulan ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah problem infrastruktur, Pemerintah Kota Bandar Lampung baru-baru ini justru mengeluarkan statementnyang menggemparkan publik.

Wacana Membangun Kereta Gantung

Di hadapan media, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana atau yang lebih dikenal dengan sapaan Bunda Eva justru akan membangun kereta gantung yang menghubungkan rumah dinas Wali Kota ke Teluk Lampung.

Menurut Bunda Eva, pembangunan kereta gantung yang berlokasi di rumah dinas wali kota dikarenakan luas rumah 3 hektare yang dianggap sebagai lokasi strategis untuk pembangunan awal.

Baca Juga :  Ansor Cup ke-20 Gondang: Lebih dari Sekadar Bola, Ini Tentang Silaturahmi dan Mimpi Pemuda

Ia berharap kota yang dipimpinnya menjadi kota besar yang semakin dikenal. Namun, apakah pembangunan kereta gantung merupakan program prioritas yang tepat saat ini?

Seyogyanya, pemerintah dapat mengidentifikasi masalah utama yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah. Salah satunya adalah kondisi jalanan yang rusak.

Banyak ditemukan jalan di Bandar Lampung yang berlubang, tidak rata, dan tentunya mempengaruhi keselamatan serta kenyamanan pengendara.

Jalanan yang rusak pastinya juga menghambat mobilitas masyarakat, mempengaruhi distribusi barang, serta menambah biaya logistik.

Atas wacana ini, masyarakat kemudian mulai menyuarakan keserasahannya melalui media massa dengan harapan akan ada pembenaran jalan.

Sebab, selain jalanan rusak, dalam kurun waktu Januari hingga Februari 2025 ini beberapa daerah di Bandar Lampung juga terdampak banjir cukup parah.

Banjir itu disebabkan oleh buruknya sistem drainase, kurangnya pengelolaan wilayah, dan juga tingginya curah hujan.

Baca Juga :  Wadah Inovasi dan Prestasi, AMATAR Gelar Festival Pendidikan 2025

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalpos-PB) total ada 14 kecamatan, sebanyak 9.022 rumah dan 20.850 jiwa yang terdampak dari banjir yang merendam kota Bandar Lampung.

Sebelum merencanakan proyek ambisius seperti kereta gantung, pemerintah kota seharusnya bisa terlebih dahulu menyelesaikan permasalahan serta menentukan proyek prioritas.

Jalanan yang bagus tentunya akan sangat membantu jalannya aktivitas masyarakat, terutama bagi warga lokal yang sehari-hari bergantung pada transportasi darat yang mana kondisinya jauh dari ideal

Alangkah baiknya jika pemerintah memperbaiki jalanan yang rusak dan juga menyelesaikan permasalahan banjir yang selalu memakan korban terlebih dahulu—sebelum akhirnya membangun kereta gantung.

Tanpa infrastruktur yang baik, akan sulit bagi mewujudkan Bandar Lampung sebagai kota yang aman dan maju. (Red)

Penulis: Nasywa Nursiffa Zahrani, Mahasiswa Pendidikan Kimia, Universitas Negeri Yogyakarta

 

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura
Jokowi Bikin Pernyataan Berani: “PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan”
Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah
Pidato di PBB, Sugiono Bawa Pesan Prabowo: Dunia Butuh Ketahanan dan Kerja Sama
Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Berita ini 68 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 10:03 WIB

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Senin, 28 September 2026 - 09:29 WIB

Jokowi Bikin Pernyataan Berani: “PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan”

Minggu, 27 September 2026 - 11:44 WIB

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 September 2026 - 09:31 WIB

Pidato di PBB, Sugiono Bawa Pesan Prabowo: Dunia Butuh Ketahanan dan Kerja Sama

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Berita Terbaru

Ilustrasi: suaramuda.net

Sino Insight

China Pimpin BRICS 2027, Dedolarisasi Kembali Jadi Sorotan

Rabu, 30 Sep 2026 - 13:42 WIB

KILAS GLOBAL

Mengapa Greenland Penting bagi AS, Eropa, dan Masa Depan Arktik

Rabu, 30 Sep 2026 - 12:28 WIB

KABAR NUSANTARA

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:03 WIB